Hadapi Perang Dagang, Pengusaha Bentuk Satgas Peningkatan Investasi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 19 320 2131670 hadapi-perang-dagang-pengusaha-bentuk-satgas-peningkatan-investasi-KRA3j6cycL.jpeg Kadin (Foto: Okezone.com/Yohana)

 JAKARTA - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia telah membentuk Satuan Tugas (Task Force) Peningkatan Perdagangan dan Investasi, guna menghadapi eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani menyatakan, perang dagang yang terjadi pada dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut, telah membuat perdagangan internasional terpuruk. Laju pertumbuhan ekonomi global pada 2019 diperkirakan Bank Dunia mengalami perlambatan hanya mencapai 2,6%.

Baca Juga: Mulai 1 Januari, Calon Investor Bakal Dijemput Langsung di Bandara

"Proyeksi tersebut menjadi pertumbuhan ekonomi global yang terendah dalam satu dekade terakhir atau sejak krisis keuangan global pada tahun 2008 lalu," ungkapnya dalam Rakernas Kadin Hubungan Internasional di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Oleh sebab itu, Indonesia perlu merespons dengan cepat kondisi ekonomi global tersebut, sehingga bisa menjadi peluang untuk pertumbuhan ekonomi domestik tetap tumbuh. Pihaknya pun membentuk satgas dan melakukan berbagai analisa untuk meningkatkan perdagangan dan investasi di Tanah Air.

kadin

Menurut Shinta, dengan terbentuknya satgas, Kadin memetakan sembilan aspek penting terkait masalah ekspor dan investasi. Terdiri dari melakukan reformasi logistik, sumber daya manusia dan produktivitas tenaga kerja, perpajakan, insentif dan investasi dua arah, serta peluang ekspor barang Indonesia di pasar dunia.

Kemudian aspek terkait international marketing dan ekspor oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM), standarisasi dan sertifikasi, daya saing ekspor dan investasi di era industri 4.0, pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas dan reformasi kebijakan, serta reformasi institusi publik dan swasta.

"Task Force telah berhasil menyusun laporan peningkatan investasi dan ekspor dalam menghadapi persaingan global. Kami juga terus melakukan upaya proaktif sinergi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga di tingkat nasional dan internasional," jelasnya.

Dia menjelaskan, salah satu rekomendasi utama yang perlu menjadi perhatian pemerintah adalah reformasi logistik. Kadin meminta pemerintah bersama-sama dengan pelaku usaha untuk membuat mapping mengenal daerah-daerah di dalam dan di luar Pulau Jawa yang menjadi pusat kegiatan Iogistik dan pusat kegiatan industri.

Baca Juga: Menko Luhut Sebut Jepang Akan Investasi di Pelabuhan Patimban, Berapa Nilainya?

Kemudian juga membangun sarana dan prasarana logistik yang terintegrasi di simpul-simpul logistik utama, serta meningkatkan kesempatan investasi dan kerjasama bagi pelaku usaha di bidang sistem logistik, transportasi, dan infrastruktur.

Rekomendasi lainnya terkait dengan sumber daya manusia dan produktivitas tenaga kerja yakni pemerintah diminta dapat meningkatkan kualitas institusi pendidikan, kurikulum pendidikan, serta kompetensi pengajar.

kadin

Sedangkan rekomendasi untuk perpajakan dan investasi, pemerintah perlu menyediakan prosedur yang lebih sederhana dan transparan agar dapat segera mengatasi permasalahan yang terjadi di platform perizinan. Selain itu untuk melakukan relaksasi daftar negatif investasi untuk memperluas dan mempercepat pengembangan kawasan di berbagai wilayah Indonesia.

"Serta sehubungan dengan peluang ekspor barang Indonesia di pasar dunia, pemerintah perlu melakukan pemetaan produk-produk unggulan dan potensial Indonesia, serta memberikan fasilitasi dan insentif kepada pelaku usaha yang akan melakukan ekspor, melakukan kerjasama dengan pemerintah negara lain dalam hal harmonisasi regulasi teknis dan standar, juga pengakuan terhadap lembaga-lembaga yang melakukan pengujian, sertifikasi, inspeksi, dan akreditasi di Indonesia,” paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini