Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Akan Batasi Kendaraan Barang

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 20:48 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 19 320 2131945 natal-dan-tahun-baru-kemenhub-akan-batasi-kendaraan-barang-rV3CGxCsmq.jpg Jalan (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan melakukan pembatasan kendaraan barang pada saat Natal dan Tahun Baru 2020. Hal ini bertujuan untuk mensukseskan dan memperlancar arus kendaraan di pada saat Nataru.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi mengatakan, pembatasan kendaraan barang nantinya akan dilakukan juga pada kapal penyebrangan. Hanya saja dirinya tidak menyebutkan bagaimana rincian dari pembatasan kendaraan berat tersebut.

 Baca juga: Nataru akan Segera Tiba, Tiket Kereta Api mulai Dijual Hari Ini

"Untuk Nataru kami akan berlakukan pembatasan kendaraan barang. Nanti berdampak ke kapal-kapal penyeberangan," ujarnya dalam acara rapat koordinasi di Jakarta, Selasa, (19/11/2019).

 Jalan tol

Saat ini lanjut Budi, pihaknnya sedang dalam tahap pembuatan dasar hukumnya. Nantinya, dasar hukum ini akan berupa Peraturan Menteri Perhubungan yang akan segera diterbitkan secepat-cepatnya.

 Baca juga: Tiket Kereta Api Nataru Bisa Dibeli Mulai 19 November

Adapun nantinya pemberlakuan pembatasan tarif ini akan berlaku dua hari sebelum libur natal. "Kita sudah buat rancangan peraturan Menterinya," ucapnya.

Dalam penyelesaian ini nantinya lanjut Budi, dirinya akan mengakomodir masukan-masukan dari beberapa pihak. Sehingga pada kebijakan ini seluruh pihak bisa menerimannya.

 Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Harga Kebutuhan Pokok Rawan Naik

"Kita sudah buat rancanangan peraturan menterinya. Di nataru pembatasan barang dilakukan 2-3 sebelumnya. Kami akomodatif sekali untuk tahun ini, kami lihat waktu hari dan jamnya," jelasnya.

Khusus pembatasan kendaraan berat di Kapal penentangan ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dari penumpangnya. Karena dirinya mengaku tak ingin kejadian seperti yang terjadi di Danau Toba pada tahun lalu kembali terjadi.

"Kejadian danau toba bisa kita tangani kalau infrastruktur bagus koordinasi bagus.Kami mengajak pelaku industri penyeberangan kita rumuskan kesiapan kita. Jangan anggap sepele," jelasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini