nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Catat Penurunan Defisit Neraca Pembayaran Turun Drastis di Kuartal III-2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 20:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 21 20 2132918 bi-catat-penurunan-defisit-neraca-pembayaran-turun-drastis-di-kuartal-iii-2019-do0jqj4RcU.jpg Bank Indonesia (Reuters)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) membaik. Sehingga, dapat menopang ketahanan eksternal Indonesia.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, defisit NPI kuartal III-2019 menurun cukup besar yakni dari USD2 miliar pada triwulan sebelumnya menjadi USD46 juta. Perkembangan positif ini ditopang oleh defisit neraca transaksi berjalan yang membaik dari USD8,2 miliar (2,9% dari PDB) pada triwulan II-2019 menjadi USD7,7 miliar (2,7% dari PDB).

 Baca juga: Dari Defisit, BI Pede Neraca Pembayaran Bakal Membaik

"Surplus transaksi modal dan finansial pada triwulan III 2019 juga tercatat cukup tinggi yakni USD7,6 miliar sejalan dengan tingginya keyakinan investor terhadap prospek perekonomian domestik dan daya tarik pasar keuangan yang tetap tinggi," ujarnya di BI, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

 Rupiah

Ke depan, lanjutnya, NPI secara keseluruhan 2019 diprakirakan mencatat surplus. Hal ini dipengaruhi aliran masuk modal asing yang besar dan defisit transaksi berjalan yang menurun menjadi sekitar 2,7% PDB.

 Baca juga: Neraca Pembayaran 2019 Terjaga, BI: Bisa Menopang Ketahanan Eksternal

Sementara itu, lanjutnya, posisi cadangan devisa Indonesia tetap kuat, yang pada akhir Oktober 2019 mencapai USD126,7 miliar, meningkat dari USD124,3 miliar pada akhir September 2019. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk berupaya mendorong peningkatan Penanaman Modal Asing (PMA)," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini