nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hubungan AS-China Memburuk, Indeks Dolar Menguat

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 07:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 21 278 2132511 hubungan-as-china-memburuk-indeks-dolar-menguat-PtTFG9YO0T.jpg Kurs dolar AS (Foto: Ilustrasi Reuters)

JAKARTA – Indeks dolar AS menguat pada akhir perdagangan 20 November 2019 karena memburuknya hubungan AS-China. Kondisi ini mendukung permintaan untuk dolar AS bahkan ketika investor menunggu rilis risalah dari pertemuan kebijakan Oktober Federal Reserve.

Investor dalam beberapa pekan terakhir telah tumbuh optimis bahwa Washington dan Beijing akan menandatangani kesepakatan bulan ini bisa mengurangi perang dagang selama 16 bulan terakhir. Namun kini mereka, khawatir dengan pengetatan retorika perang dagang dari kedua sisi.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS 

Amerika Serikat akan menaikkan tarif impor Tiongkok jika tidak ada kesepakatan dicapai dengan Beijing untuk mengakhiri perang dagang, Presiden AS Donald Trump mengancam peningkatan percekcokan yang telah merusak pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.

Suasana di pasar semakin memburuk setelah Senat AS membuat marah China dengan meloloskan undang-undang yang mensyaratkan sertifikasi tahunan otonomi Hong Kong dan memperingatkan Beijing agar tidak menekan demonstran. China menuntut Amerika Serikat berhenti mencampuri urusan dalam negerinya dan mengatakan akan membalas.

Baca Juga: Dolar Melemah di saat Yen Berjaya

Indeks dolar yang membandingkan dolar terhadap enam mata uang utama, naik 0,06% pada 97,914. Indeks naik setinggi 98,038 di awal sesi.

"Ini adalah tema sama yang akan kembali hari ini, pada dasarnya adalah ketegangan perdagangan antara AS dan China," kata Pedagang FX senior di Silicon Valley Bank Minh Trang dilansir dari Reuters, Kamis (21/11/2019).

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin 

"Ada retorika sedikit lebih kuat hari ini dan itu semacam mendorong pasar ke zona yang lebih berisiko," kata Trang.

Imbal hasil AS dan saham tergelincir pada hari Rabu karena investor menghindari aset yang relatif berisiko dalam mendukung safe havens.

Yuan China tergelincir ke level terendah baru dua minggu terhadap dolar. Mata uang yang terpapar perdagangan melemah, dengan dolar Australia turun 0,19%.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini