nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wawancara Khusus Menhub, Fenomena e-Scooter sampai Mobil Listrik

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 16:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 22 320 2133238 wawancara-khusus-menhub-fenomena-e-scooter-sampai-mobil-listrik-b8Jj60cfSW.jpg Wawancara Khusus Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA – Era digital juga mempengaruhi industri transportasi. Bahkan sentuhan teknologi membuat transportasi daring tumbuh pesat. Namun, bagaimana dengan regulasi ya?

Setidaknya terdapat 10 juta manusia yang dihidupi dari transportasi online ini. Transportasi online juga berpedan dalam kegiatan sehari-hari penggunanya. Kini transportasi online tidak hanya sebatas mobil dan motor, tetapi juga ada fenomena baru yakni e-scooter atau skuter elektrik. Yang tidak kalah seru adalah hadirnya transportasi listrik. Uniknya, transportasi umum sudah lebih dulu menggaungkan kendaraan listrik seperti mobil dan bus.

 Baca juga: Wawancara Khusus Menhub, Budi Karya Fokus Benahi Konektivitas

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa melihat fenomena ini perlu disikapi agar semua lini bisa terakomidir kebutuhannya. Berikut ini kutipan Wawancara Khusus Okezone dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di kantornya.

 Wawancara Khusus Menhub Budi Karya (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

Fenomena transportasi online terus berkembang pesar. Bagaimana dengan rencana merancang UU Transportasi Online?

Begini, satu yang kita harus tahu, bagaimanapun itu kita sudah bisa membuat suatu peraturan walaupun itu diskresi yang menampung orang bekerja lebih kurang dua juta. Berarti ada 10 juta manusia yang dihidupi dari transportasi online ini. Apalagi online ini memberikan supporting dari kegiatan sehari-hari.

 Baca juga: Wawancara Khusus Menhub, Budi Karya Buka Suara Soal Tiket Pesawat hingga Tol Laut

Dari GrabFood, logistik dan sebagainya. Nah dari kegiatan-kegiatan itu ada substitusi yang dilakukan sehingga kegiatan masyarakat berkembang. Nah dikaitkan dengan UU boleh saja dibuatkan UU, di mana kita akan diskusi dengan DPR dan melihat realitasnya seperti apa.

Realitas atau faktanya bahwa ojek online ini sudah menjadi mata pencaharian sebagian besar masyarakat. Karenanya itu jadi pertimbangan bagaimana kita menjadikan pertimbangan untuk mengakomodirnya.

 Baca juga: Menhub Sebut One Way Bikin Arus Mudik Adem Ayem

Kemudian bagaimana dengan moda transportasi skuter listrik, di mana menimbulkan polemik, seperti kecelakaan dan kerusakan pada JPO?

Saya tentu prihatin tentang kejadian kejadian itu. Pada dasarnya itu penyalahgunaan di jalan raya. Karena skuter listrik itu adalah wilayah DKI, maka pertama buat peraturannya, mana yang diperlukan infonya akhir bulan selesai peraturannya.

 Wawancara Khusus Menhub Budi Karya (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

Tapi kita tidak boleh mematikannya juga, sebab skuter listrik ini punya manfaat besar terhadap penggunaan kendaraan.

Menurut Bapak, lokasi yang tepat untuk menggunakan e-scooter?

Harusnya penggunaannya di fokus tertentu seperti katakanlah di Monas atau di Ancol dan bukan di jalan raya.

Kemudian untuk proyek mobil listrik, dari Kemenhub sendiri saat ini upaya apa yang akan terus dilakukan untuk mendukung program ini?

Mobil listrik ini merupakan suatu keniscayaan, suatu waktu nanti kita dapatkan bahwa realitasnya masyarakat akan menggunakan mobil listrik. Tapi tak serta-merta bisa langsung diterima. Karenanya Bapak Presiden sudah menyampaikan bahwa taksi-taksi seperti Bluebird dan angkutan darat Transjakarta maupun taksi online, mereka duluan sudah memasyarakatkan mobil listrik ini.

Jadi saya sudah bicarakan. Ada motor dan mobil tertentu juga yang cocok. Dan operator ini juga sebenarnya konsen dengan kendaraan ramah lingkungan. Harapannya dengan pengenalan seperti ini pasarnya makin banyak.

 Wawancara Khusus Menhub Budi Karya (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

Harapan Bapak bapak sendiri seperti apa?

Kami banyak minta kepada swasta supaya meng-invite industri mobil listrik supaya bisa membuat mobil untuk kebutuhan masyarakat, bukan tidak mungkin ada investor lokal kerjasama dengan industri mobil listrik internasional sehingga suatu saat kita bisa mengekspor.

Apakah bisa direalisasikan dalam waktu dekat?

Ini kerjaan bukan satu dua tahun, namun lima sampai 10 tahun. Kita harapkan juga masyarakat makin confidence menggunakan kendaraan listrik seiring dengan semakin tingginya populasi yang berdampak pada tingkat pencemaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini