2 Proyek Jalan dengan Skema KPBU Gagal Dibangun Tahun Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 24 November 2019 18:20 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 24 320 2133802 2-proyek-jalan-dengan-skema-kpbu-gagal-dibangun-tahun-ini-LDP9xYkqHR.jpg Ilustrasi Jalan (Foto: Jasa Marga)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun proyek jalan arteri dengan skemna Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Availability Payment (AP). Tak tanggung-tanggun ada dua proyek jalan arteri yan akan dikerjakan oleh pemerintah dengan skema KPBU.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan, meskipun begitu, pembangunan dua jalan arteri dengan skema KPBU ini belum akan dilakukan pada tahun ini. Hal ini dikarenakan proses lelang dari dua jalan arteri ini gagal.

“Tahun ini belum ada,” ujarnya kepada Okezone, Minggu (24/11/2019)

Sugi menjelaskan, adapun proyek jalan pertama yang gagal dilakukan ialah Preservasi Jalan Nasional Lintas Nasional Timur Sumatera di Provinsi Riau. Menurut Sugi, biangkerok gagalnnya dibangun jalan ini dikarenakan peserta yang lolos ikut lelang hanya 1 perusahaan sehingga proses lelang tak bisa dilakukan.

“Ini kan yang lelang di Sumsel yang lolos cuma 1, kan gagal lelang. Kalau jadwalnya kita on schedule, tapi kalau lelangnya gagal bagaimana,” katanya.

Sementara proyek kedua yang gagal tahun ini adalah pembangunan jalan Trans Papua. Khusus proyek jalan trans papua ini, pihaknya masih menunggu persetujuan Bappenas dan Kemenkeu soal perubahan trase yang diajukan Kementerian PUPR.

Asal tahu saja, semula trase Trans Papua yang mau dibangun yakni Wamena-Mumugu. Namun dikarenakan ruas itu melintasi ruas Nduga dan sempat terjadi pembunuhan pekerja oleh kelompok bersenjata, pihaknya mengubah ruas dari Jayapura ke Wamena.

“Yang dulu itu di Nduga karena faktor keamanan kita ubah dari Jayapura ke Wamena. Persetujuan perubahan ruasnya kan harus dari Bappenas dan Kemenkeu, ini belum dapat respons. Keduanya mungkin baru bisa tahun depan,” katanya.

Menurut Sugi, skema KPBU AP merupakan skema baru pembiayaan infrastruktur, oleh karena itu banyak badan usaha yang masih mempelajari skema investasi ini. Namun ke depan,dirinya mengaku optimistis skema ini diminati banyak investor.

Melalui skema KPBU AP, swasta akan membangun dan memelihara infrastruktur selama waktu yang disepakati. Sementara untuk pengembalian investasinya, pemerintah akan mencicil memakai APBN.

“Menarik, pasti menarik. Tapi karena masih baru, mungkin baru permulaan. Mereka juga belajar administrasinya kaya apa sih, mungkin bisa begitu,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini