nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dikritik China, Amerika Disebut Faktor Destabilisasi Terbesar Dunia

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Senin 25 November 2019 20:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 25 320 2134354 dikritik-china-amerika-disebut-faktor-destabilisasi-terbesar-dunia-rRL5kewtrM.jpg Bendera AS (Foto: Reuters)

JAKARTA - Amerika Serikat adalah sumber dari ketidakstabilan terbesar di dunia. Lebih-lebih, politisi-politisi AS rajin keliling dunia untuk mencoreng nama China.

Seperti yang kita tahu, hubungan antara kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu telah menukik tajam di tengah perang dagang yang pahit yang saat ini mereka sedang coba selesaikan. Selain itu, ada pula argumen tentang hak asasi manusia, yang mana Hong Kong dan AS mendukung China untuk segera mengklaim Taiwan.

Baca juga: The Fed Perkirakan AS Tak Akan Alami Resesi

Bertemu Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri G20 di kota Jepang, Nagoya, Anggota Dewan Tiongkok Wang Yi tidak ragu untuk mengungkapkan kritiknya terhadap Amerika Serikat.

“Amerika Serikat terlibat secara luas dalam unilateralisme dan proteksionisme, dan merusak multilateralisme dan sistem perdagangan multilateral. Itu telah menjadi faktor destabilisasi terbesar di dunia,” kata Menteri Luar Negeri China Wang dikutip dari CNBC, Senin (25/11/2019).

 bendera as

Untuk mencapai tujuan politik, AS berusaha menekan bisnis-bisnis China yang sebenarnya sah. Selain itu, mereka juga mengajukan tuntutan tanpa dasar terhadap China, yang merupakan tindakan intimidasi.

"Sejumlah politisi AS tertentu telah mencoreng China di mana-mana di dunia, tetapi tidak pernah bisa memberi bukti," tukasnya.

Bahkan, Amerika Serikat juga telah menggunakan hukum nasionalnya untuk "secara kasar mencampuri" urusan dalam negeri China. Pasalnya, mereka berusaha merusak "satu negara, dua sistem" dan stabilitas serta kemakmuran Hong Kong.

Akibatnya, minggu ini China menjadi marah setelah DPR AS mengeluarkan dua rancangan undang-undang untuk mendukung para pendemo di Hong Kong dan mengirim peringatan ke China tentang hak asasi manusia. Presiden AS Donald Trump pun diperkirakan akan menandatangani itu menjadi undang-undang, terlepas dari pembicaraan perdagangan dengan Beijing yang sulit dilakukan.

Selama ini China memang menjalankan Hong Kong di bawah model "satu negara, dua sistem" di mana wilayah itu menikmati kebebasan yang tidak dinikmati di daratan China seperti pers bebas. Meskipun banyak orang di Hong Kong yang khawatir Beijing mengikis ini, pemerintah menyangkal itu.

 bendera as

Wang mengatakan bahwa perkembangan dan pertumbuhan China adalah tren sejarah yang tak terhindarkan yang tidak dapat dihentikan oleh kekuatan apa pun.

“Tidak ada jalan keluar untuk pertandingan zero-sum Amerika Serikat. Hanya kerja sama win-win antara China dan Amerika Serikat yang merupakan jalan yang benar,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini