nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Fakta Ahok di Hari Pertama sebagai Komut Pertamina

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Selasa 26 November 2019 19:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 26 320 2134782 6-fakta-ahok-di-hari-pertama-sebagai-komut-pertamina-JWWDw5fxEn.jpeg Komut Pertamina Ahok (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kini sudah resmi menjadi bagian dari keluarga besar PT Pertamina (Persero). Ahok akan menjalankan tugasnya sebagai Komisaris Utama.

Hadirnya Ahok sempat menjadi polemik, lantaran Serikat Pekerja merasa keberatan dengan hadirnya Ahok. Kehadiran Ahok di perusahaan migas BUMN itu bukan tanpa alasan. Menteri BUMN Erick Thohir memilih Ahok karena membutuhkan sosok pedobrak.

Baca juga: Ahok Tampil Perdana sebagai Komisaris Utama Pertamina

"BUMN dengan 142 perusahaan kita butuh figur yang bisa jadi pendobrak. Tidak mungkin 142 perusahaan dipegang satu orang. Kita harapkan ada perwakilan-perwakilan yang memang punya track record pendobrak, tidak artinya salah dan benar," ujar Erick.

Bagaimana fakta-fakta Ahok ditugaskan di Pertamian, berikut ini rangkumannya, Selasa (26/11/2019).

1. Terhitung tanggal 22 November 2019

Ahok sah menggantikan Tanri Abeng, menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) terhitung tanggal 22 November 2019 berdasarkan Keputusan Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) No.SK-282/MBU/11/2019 tanggal 22 November 2019.

ahok

2. Website Pertamina Langsung Berubah

Laman Pertamina sudah mengubah jajaran komisaris termasuk posisi Komisaris Utama. Tertera jenjang pendidikan Pria kelahiran tanggal 29 Juni 1966 ini adalah lulusan dari Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Trisakti dan mendapatkan gelar Insinyur pada tahun 1989.

Basuki menyelesaikan pendidikan magister pada Tahun 1994 dengan gelar Master Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya.

3. S3 di Mako Brimob

Sekadar diketahui, sebelumnya Ahok sempat berkelakar bahwa dirinya adalah lulusan S3. Namun jenjang pendidikan tertinggi yang dimaksud bukan sembarang S3, melainkan 'plesetan' dari Rumah Tahanan Mako Brimob.

Ungkapan itu disampaikan oleh Ahok menanggapi pertanyaan wartawan atas pihak yang menolak Ahok masuk sebagai keluarga besar Pertamina tersebut. Salah satunya serikat pekerja Pertamina.

"Kan belum kenal saya. Dia kan enggak tahu saya lulusan S3 dari Mako Brimob," kata Ahok di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Baca juga: Gaji Ahok Rp3,2 Miliar, Pertamina: Hoax!

4. Buka Nomor Pengaduan

Ahok akan membuka banyak nomor pengaduan yang bisa dilaporkan masyarakat. Hal ini menyusul keinginannya untuk melibatkan masyarakat dalam mengawasi Pertamina.

Menurutnya, sistem pengaduan ini dinilai sangat penting untuk membantu mengawasi kinerja perseroan. Sebab, makin banyak aduan yang masuk maka semakin bagus pula kinerja perseroan karena bisa mengetahui kekurangan yang harus diperbaiki.

"Jadi kami lihat sistem istilahnya kayak itu loh jadi kan selalu ada nomor pengaduan kan, semakin banyak ada nomor pengaduan semakin banyak melapor kita akan menolong, kami melakukan pengawasan lebih baik," kata Ahok.

 Ahok

5. Tampil Perdana di Depan Publik

Hari PT Pertamina (Persero) menggelar forum diskusi energi yaitu Pertamina Energi Forum (PEF) 2019 di Hotel Raffles, Jakarta. Acara tersebut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Selain itu, hadir juga jajaran direksi dan komisaris PT Pertamina (Persero). Termasuk Ahok hingga Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

6. Gaji Rp3,2 Miliar?

Ahok menggantikan Tanri Abeng selaku Komut Pertamina saat ini. Ahok pun dikabarkan akan menerima gaji Rp3,2 miliar per tahun.

Merespons hal itu, Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Golkar Ridwan Bae mengungkapkan bahwa dirinya tak habis pikir gaji Ahok sebesar itu. Pasalnya di tengah gaji yang besar itu, harga avtur yang dijual Pertamina sangat tinggi.

ahok

"Jadi, saya ingin penjelasan dari Pertamina tentang gaji komisaris yang sangat tinggi yaitu Rp3,2 miliar. Serta, dengan harga avtur yang tinggi, sepertinya ada ketidakseimbangan. Maka itu tolong penjelasannya," ujar dia di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (25/11/2019).

Terkait hal itu, Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra mengatakan bahwa gaji komisaris utama pertamina sebesar Rp3,2 miliar itu tidak benar.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini