nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RI Bakal Stop Pasokan Gas ke Singapura

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 27 November 2019 21:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 27 320 2135247 ri-bakal-stop-pasokan-gas-ke-singapura-LHYEWfmCTp.jpg Menteri ESDM Arifin Tasrif. (Foto: Okezone.com/Kementerian ESDM)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana untuk meningkatkan penggunaan gas bumi di dalam negeri. Salah satunya dengan menghentikan pasokan gas bumi ke Singapura dari Lapangan Suban Blok Corridor yang dikerjakan ConocoPhillips.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, upaya-upaya pencabutan ini dilakukan untuk meningkatkan penggunaan gas bumi di dalam negeri. Apalagi, pasokan gas ke Singapura akan berakhir pada 2023 mendatang.

Baca Juga: Jargas Tingkatkan Kesejahteraan pada Penggunanya, Begini Ceritanya

‎"Gas masih banyak di Sumatera, suplai ke Singapura berakhir 2023 akan ditarik ke dalam negeri," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Pipa Gas

Menurut Arifin, nantinya gas yang semula dipasok ke Singapura akan dialirkan ke pipa Duri Dumai‎, kemudian dialirkan ke Sumatera. Selain pipa Duri Dumai, nantinya akan mendapatkan pasokan gas juga berasal dari sumur gas lain yang ada di Sumatera, saat ini sedang dilakukan penjajakan untuk pembelian gas.

"Beberapa sumur sudah kami lakukan pendekatan untuk alokasi sehingga bisa menyambung pipa dari Dumai," jelasnya.

Baca Juga: Intip Kesiapan PGN Sambung Jaringan Gas di Ibu Kota Baru

Nantinya, pasokan gas dari Sumatera juga akan dialirkan ke Jawa melalui sejumlah ruas pipa, yaitu Gresik-Semarang-Cirebon - Jakarta, dengan sumber dari Blok Saka Kemang dan Jambi Merang.

"Sumatera Jawa , tinggal sambung Cirebon-Gresik, sumber ConocoPhillips Saka Kemang, sehingga daerah ini tersmbung," ucapnya.

Arifin melanjutkan, pemerataan pasokan gas juga dilakukan di Kalimantan melalui pembangunan pipa Trans Kalimantan. Rencananya, selain pasokan gas berasal dari blok migas yang sudah beroperasi, juga berasa dari Blok East Natuna.

"Sedangkan Trans Kalimantan jargas, kami melihat potensi Natuna Blok D Alfa sangat besar dan bisa ditarik sampai Pontianak turun ke bawah," kata Arifin. (fbn)

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini