Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ibu Kota Baru Butuh Pasokan Listrik 1.555 Mw

Giri Hartomo , Jurnalis-Rabu, 27 November 2019 |13:35 WIB
   Ibu Kota Baru Butuh Pasokan Listrik 1.555 Mw
Listrik di Ibu Kota Baru (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memaparkan kebutuhan listrik di Ibu Kota baru. Hal tersebut dipaparkan dalam rapat kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) Jakarta pada hari ini.

Menurut Arifin, diperkirakan ibu kota baru membutuhkan tambahan kebutuhan listrik mencapai 1.555 megawatt (mw). Hal tersebut nantinya akan dipenuhi dalam waktu lima tahun ke depan.

Baca Juga: Komisi VII Panggil Menteri ESDM hingga Pertamina Bahas Energi Ibu Kota Baru, Ada Ahok?

Berdasarkan RUPTL, hingga 2024 akan ada tambahan pasokan di Kalimantan Timur hanya sebesar 691 mw sehingga perlu tambahan lagi sebesar 884 mw.

Menurut Arifin, kebutuhan listrik ini dihitung berdasarkan sejumlah asumsi dari mulai laju perpindahan penduduk, konsumsi per kapita dan konsumsi jaringan. Dari jumlah penduduk diperkirakan akan ada 1,5 juta jiwa yang akan pindah.

Baca Juga: Gandeng Korsel, RI Mulai Persiapkan Ibu Kota Baru

Sementara konsumsi listrik per kapitanya adalah sebesar 4.000 kWh. Sementara kebutuhan energi listik sekitar 6.000 gigawatt (gw) dengan susur 10% dan faktor beban listriknya 63%.

 Ibu Kota Pindah

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement