BKPM 'Loby' 100 Pengusaha Korsel untuk Investasi di Indonesia

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 28 November 2019 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 28 320 2135591 bkpm-loby-100-pengusaha-korsel-untuk-investasi-di-indonesia-IDiDhAXn0y.jpg Investasi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaika fokus pada enam KPI (Key Performance Indicators) saat bertemu dengan sekitar 100 pengusaha di Busan Business Forum.

“Tadi kami sampaikan BKPM akan masing-masing meningkatkan peringkat kemudahan berusaha, mengeksekusi investasi besar dan strategis, mendorong kemitraan investor asing dengan pengusaha lokal, penyebaran investasi yang berkualitas dan memperbaiki strategi promosi investasi terfokus pada sektor dan negara serta meningkatkan investasi domestik khususnya pengusaha kecil dan menengah,” ujar Direktur Promosi Sektoral Imam Soejoedi, dalam keterangannya, di Busan, Korea Selatan, Kamis (26/11/2019).

Baca Juga: Investasi Pabrik Hyundai Rp21,8 Triliun, Serap 3.500 Tenaga Kerja

Sosialisasi tersebut masih rangkaian kegiatan Presiden Jokowi usai menghadiri ASEAN-ROK Commemorative Summit di Busan. Sebelumnya, BKPM juga menggelar kegiatan Working Lunch antara Presiden Jokowi dengan 10 CEO korporasi kakap Korea Selatan.

Investasi

Kegiatan ini berhasil meyakinkan Hyundai Motor Group berinvestasi ke Indonesia. Setelah itu, BKPM juga didaulat menjadi narasumber di depan sekitar 100 pengusaha Korea Selatan dan anggota asosiasi usaha di Business Forum yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan.

Imam mengatakan, Forum Bisnis dibuka oleh Duta Besar RI untuk Republik Korea Selatan, Umar Hadi. “Sedangkan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menjadi pembicara kunci dengan mengangkat tema Strengtening Trade, Investment and Economic Partnership,” pungkas Imam.

Baca Juga: Didatangi Jokowi, Hyundai Bangun Pabrik Rp21 Triliun di Indonesia

Imam menambahkan, kepada 100 pengusaha itu, pihaknya meneruskan arahan Presiden di Working Lunch lalu kepada Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Yakni, menjadikan BKPM sebagai lembaga pintu utama bagi perusahaan-perusahaan dan investor Korea Selatan yang berminat melakukan investasi di Indonesia.

Tak hanya itu BKPM wajib melakukan pendampingan bagi investor-investor yang menemui kendala dalam merealisasikan investasinya.

Sebelumnya, Kepala BKPM menyampaikan, lembaganya menetapkan visi untuk tidak saja mengejar investasi asing. Namun juga akan memperkuat investasi dari investor domestik yang diharapkan semakin mengimbangi investasi asing. Termasuk mengembangkan kemitraan dan kerjasama dengan investor asing.

“Pengusaha lokal memiliki jaringan yang dapat dimanfaatkan oleh para investor sehingga realisasi investasi menjadi lebih mudah dan cepat. Sebaliknya pengusaha lokal juga dapat meningkatkan kapasitasnya dan pada akhirnya akan tercipta situasi win-win yang akan menguntungkan bagi semua pihak,” papar Imam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini