nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS-China Kembali Bersitegang, Harga Minyak Bergerak Dua Arah

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 29 November 2019 07:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 29 320 2135815 as-china-kembali-bersitegang-harga-minyak-bergerak-dua-arah-fxYswv2Gna.jpg Harga Minyak Turun (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

LONDON - Harga minyak berakhir bervariasi pada perdagangan Kamis, menyikapi sikap Presiden AS Donald Trump yang menandatangani dukungan pemrotes di Hong Kong. Hal ini memicu ketegangan dengan China.

China pun memperingatkan Amerika Serikat meninjau kembali undang-undang AS yang mendukung pemrotes anti-pemerintah di Hong Kong.

Baca Juga: Harga Minyak Melemah Imbas Pasokan AS Melonjak

Hal tersebut membuat investor khawatir kesepakatan perang dagang tahap pertama akan kembali ditunda antara Amerika Serikat dan China. Ini jelas memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan akibatnya pada konsumsi minyak.

Minyak mentah Brent kehilangan 14 sen, atau 0,2% menjadi USD63,92 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate membalikkan kerugian 13 sen, atau 0,2% menjadi USD58,24, dengan banyak pedagang AS pergi untuk liburan Thanksgiving.

Kilang Minyak

Pada Rabu, data persediaan minyak mentah AS membengkak 1,6 juta barel pekan lalu karena produksi naik ke rekor 12,9 juta barel per hari (bph) dan kilang berjalan melambat.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Usai Terkena Angin Segar dari Perang Dagang

Sementara itu, investor juga fokus pada pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu termasuk Rusia. Di mana sebelumnya OPEC telah menahan produksi mendukung harga minyak.

"Kami mengharapkan OPEC untuk menggulirkan kesepakatan pengurangan produksi saat ini, yang akan berakhir pada akhir Maret, tiga hingga enam bulan," kata Analis Minyak UBS Giovanni Staunovo, dikutip dari Reuters, Jumat (29/11/2019).

Perusahaan minyak Rusia mengusulkan untuk tidak mengubah kuota produksi mereka sebagai bagian dari kesepakatan global sampai akhir Maret. Mereka juga menawarkan untuk mengecualikan produksi kondensat gas, minyak ringan, dari kuota output karena Rusia telah berjuang memenuhi target pengurangan pasokan dalam beberapa bulan terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini