nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Berhadapan dengan Nadiem dan Dian Satro, Ada Apa?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Sabtu 30 November 2019 20:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 30 20 2136439 -X5EfKklRSZ.jpeg Sri Mulyani (Okezone)
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kumpul bareng Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem, juga Dian Sastrowardoyo sebagai pelaku industri kreatif. Mereka membahas mengenai kondisi pendidikan di Tanah Air dalam acara Konferensi Pendidikan Indonesia.

Menurut Nadiem, pendidikan di masa kini bukan hanya sekedar untuk lulus dan mendapatkan pekerjaan, tetapi untuk menciptakan perubahan budaya untuk semakin masyarakat Indonesia bisa maju ke depan.

 Baca juga: 112 Eselon III dan IV Dipindah, Sri Mulyani Sebut Bukan Hukuman tapi Hadiah

"Pendidikan itu kan perubahan mindset, perubahan budaya pola pikir. Bukan hanya untuk menyukseskan karier seorang anak sehingga dia bisa dapat kerjaan. Tapi tugas pendidikan dalam society adalah untuk mencerahkan budaya kita untuk bisa terus maju ke depan," ujar Nadiem die Gedung Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Oleh sebab itu, menurutnya pendidikan bukan hanya menjadi bagian yang harus dikerjakan oleh satu institusi saja, tetapi oleh banyak pihak. Pemerintah, tenaga pendidik formal, keluarga, media, dan masayarakat turut memiliki peran penting.

 Baca juga: Sri Mulyani: Jabatan Eselon III dan IV Tidak Bisa Sepenuhnya Dihilangkan

"Semuanya harus berkontribusi, karena kalau tidak, main goal atau objektif utamanya itu enggak akan tercapai yaitu suatu cultural revolution," kata dia.

Sementara itu, Sri Mulyani mengungkapkan, saat ini pendidikan seorang anak tak hanya terpaut dalam pendidikan formal di sekolah, tetapi juga di lingkungan. Masa kini, pendidikan anak juga dihadapkan dengan perkembangan teknologi yakni dunia internet.

Hal itu membuat sumber pembelajaran sangat luas, tak hanya didapatkan dari satu institusi saja.

 Baca juga: Eselon III dan IV Dirampingkan, Sri Mulyani Pastikan Gajinya Tidak Berubah

"Tapi di dunia mulai introduce long life journey jadi pembelajaran enggak harus dalam konteks sekolah. Apalagi konsep teknologi membuat untuk dapatkan sesuatu nilai, pembentukan karakter, pengetahuan, informasi, melalui banyak sumber," kata dia.

Sri Mulyani menambahkan, dari banyak sumber pembelajaran, keluarga memiliki peran sangat penting dalam pendidikan. Oleh sebab itu, keluarga harus mampu menciptakan pendidikan yang tepat bagi seorang anak.

"Pengalaman pribadi saya keluarga itu sangat memegang peran penting dalam proses pendidikan seorang anak," ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini