Menhub Beri Izin Pertamina untuk Restorasi di Tuban

Lala Sumardi, Jurnalis · Sabtu 30 November 2019 19:46 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 30 320 2136438 menhub-beri-izin-pertamina-untuk-restorasi-di-tuban-9fwk0oIex8.jpeg Budi Karya (Dok Menhub)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan izin kepada PT Pertamina untuk melakukan restorasi di bibir pantai desa Mentoso Jenu, Tuban, Jawa Timur. Tak hanya itu, dirinya juga akan menyetujui adanya reklamasi seluas 200 hektare apabila dibutuhkan untuk membangun pelabuhan dan kilang minyak.

Menteri Perhubungan Budi Karya =didampingi oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat mengunjungi kilang minyak Pertamina Rosneft di Tuban Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut, Budi Karya mengatakan akan mendukung Pertamina melakukan restorasi atau pemulihan lahan yang semula 348 hektare menjadi 328 hektare akibat terkena abrasi.

 Baca juga: Joint Venture Pertamina-Rosneft Tanda Tangan Kontrak Kilang Tuban

"Saya luar biasa senang di sini, surprise satu megaproyek yang akan dibangun Pertamina. Saya diperintahkan presiden awal prijek-prijek yang menjadi inisiatif pemerintah," ujarnya, Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Apabila, lanjutnya, ini akan berkaitan dengan pembangunan kilang di mana Indonesia masih membutuhkan kilang. "Bayangkan ada 260 juta penduduk Indonesia membutuhkan minyak itu sendiri. Oleh karenanya tadi saya sudah dijelaskan bu nike bu presdir untuk membangun satu kilang," ujarnya.

 Baca juga: Restrukturisasi Tuban Petro, Indonesia Hemat Devisa Negara Rp5 Triliun/Tahun

Selain itu, Budi mengatakan, pemerintah membutuhkan lahan dan dirinya pun telah memberikan izin kepada Pertamina untuk melakukan restorasi.

"Tapi nanti dimungkinkan dilakukan reklamasi 200 ha. Sehingga dengan tanah itu cukup digunakan untuk keperluan ini. Ada rencana jalan tol kita perjuangkan supaya Tuban ini mnjadi tempat yang gampang diakses," ujarnya.

 Baca juga: Restrukturisasi Tuban Petro, Indonesia Hemat Devisa Negara Rp5 Triliun/Tahun

"Karena ini kan spesifikasi refinery dan sebagainya. Dan karena ini curah cair tidak perlu ada suatu pergerakan-pergerakannya mobil yang sampai di tempat. Jadi kita tinggal melakukan," ujarnya.

Dirut Pertamina Nicke Widyawati menargetkan pembangunan pelabuhan dan kilang ini akan selesai akan selesai pada 2026. Di mana dengan proses restorasi yang akan selesai dalam 6 bulan ke depan.

"Jadi akan dilanjutkan sampai 200 ha. Jadi kami sudah juga merekrut 270 orang warga di sini, nanti juga akan tambah untuk pekeŕjaan konstruksi. 2026, pelabuhan 6 bulan, untuk restorasi awal ini 6 bulan nanti kita akan terus lanjutkan restorasi untuk yang 200 ha," ujarnya.

(rzy)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini