Rapat Bahas Beras, Jokowi Minta Data yang Akurat dan Terkonsolidasi

Fakhri Rezy, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 04 320 2138019 rapat-bahas-beras-jokowi-minta-data-yang-akurat-dan-terkonsolidasi-P9223Pzkw4.jpg Beras (Okezone)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) gelar rapat soal pengelolaan cadangan beras pemerintah. Pasalnya, saat ini pemerintah sedang memetakan ketersediaan produksi beras dalam negeri agar akurat dan terkonsolidasi.

Dirinya mengatakan, nantinya data tersebut terdiri dari luas bahan baku lahan sawah di Indonesia hingga data riil mengenai produksi beras. "Saya harapkan data produksi beras betul-betul riil dan terkonsolidasi sehingga kita betul-betul memiliki sebuah pegangan data yang kuat dalam setiap mengambil keputusan dan tentu saja langkah-langkah koreksi dan langkah-langkah perbaikan yang akan kita lakukan," ujarnya dalam keterangan, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Baca juga: Lepas Stok 20.000 Ton Beras yang Turun Mutu, Ini Skema Dirut Bulog

Di samping membicarakan persoalan data, Presiden juga menyinggung soal manajemen logistik dan rantai pasok beras nasional. Produksi beras di setiap daerah dinilai tidaklah merata.

Jokowi

Terdapat daerah yang mampu memenuhi kebutuhan berasnya sendiri dan memasok ke luar daerahnya. Namun, terdapat pula daerah-daerah yang membutuhkan pasokan beras dari luar wilayahnya.

Baca juga: Bulog Sebut Penyaluran Beras Bansos Baru Capai 85 Ribu Ton di 2019

Terkait hal tersebut, Presiden mengatakan, aspek ketersediaan komoditas beras menjadi sangat penting. Demikian pula dengan keterjangkauan terhadap pasokan beras ke masing-masing daerah di Indonesia.

"Saya melihat kuncinya adalah efisiensi dan keandalan dalam manajemen logistik kita," ujarnya.

Baca juga: Beras di Gudang Bulog Numpuk Ratusan Ribu Ton, Kok Bisa?

Selain itu, Kepala Negara juga meminta agar manajemen pengelolaan cadangan beras pemerintah dapat segera dibenahi sehingga penumpukan stok beras yang apabila tidak tersalurkan dapat ditangani dan dicarikan jalan keluarnya sejak jauh hari.

Penumpukan stok-stok beras yang tidak tersalurkan tersebut selain meningkatkan biaya perawatan juga dapat berpotensi menurunkan mutu dari stok beras yang ada.

"Oleh sebab itu, saya minta regulasi dan manajemennya segera diselesaikan dan dibereskan dan dibuat pola-pola baru sehingga tidak justru menjadi beban bagi Bulog," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini