nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

JK soal Startup Suka Bakar Duit: Mesti Ada Akhirnya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 10:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 05 320 2138187 jk-soal-startup-suka-bakar-duit-mesti-ada-akhirnya-mnkwPXq9fX.jpg JK soal Startup Bakar Duit (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2014-2019 Jusuf Kalla (JK) menyoroti fenomena bakar duit yang dilakukan oleh perusahaan rintisan atau startup. Umumnya bakar duit dilakukan dengan pemberian promo secara terus menerus, baik berupa potongan harga hingga cashback untuk memikat konsumen.

Baca Juga: Lippo Jual Saham OVO, Mochtar Riady: Bakar Uang, Mana Kita Kuat!

Melihat fenomena itu, JK menilai start up harus segera mengurangi kebiasaan membakar duit, terlebih ketika perekonomian global tengah alami pelemahan. Mengingat setiap perusahaan harus mampu bertahan ditengah kondisi ekonomi saat ini.

"Seperti startup sudah diakui itu ekonomi bakar duit. Mesti ada berakhirnya yang begitu. Persaingan pasti ada akhirnya," ujar dia ditemui di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (4/12/2019) malam.

Baca Juga: Tak Kuat Terus Bakar Uang, Lippo Jual Saham OVO

JK mengaku, sebagai pelaku usaha dirinya juga merasakan imbas dari pelemahan ekonomi, yakni penjualan yang menurun. Imbas pelemahan juga tercermin dari semakin banyak orang yang membeli rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar hingga Rp500 juta.

Maka dengan kondisi ekonomi yang lesu, startup harus bisa mengubah sistem bisnisnya tak lagi bakar duit untuk bisa bertahan. "Jadi akan berubah juga bisnis yang sekarang ini, meski orang bilang startup hebat. Tapi the real added value akan kembali lagi, karena itu produk yang betul, bukan karena bakar uang," katanya.

 Startup

Selain itu, JK juga mengimbau para pelaku usaha tak pesimistis dalam menghadapi pelemahan ekonomi global. Lantaran dia yakin akan ada masanya perbaikan ekonomi di beberapa tahun ke depan.

Oleh karena itu, rencana bisnis tak bisa disusun hanya untuk satu tahun mendatang, melainkan hingga tiga atau empat tahun. Menurutnya, satu hingga dua tahun merupakan waktu bertahan dari pelemahan, tetapi tahun ketiga dan seterusnya menjadi waktu untuk berkembang kembali.

Keyakinan itu didapat JK, lantaran menilai perang dagang AS dan China tak akan bisa berlangsung terus-menerus. Itu hanya membuat kerugian bagi kedua negara tersebut.

"Jadi buatlah perencanaan tiga hingga empat tahun akan datang, jangan bikin satu tahun saja. Saya kira itu yang utama. Mari kita melihat Indonesia yang lebih panjang dan lebih luas," kata dia.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini