nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos Garuda dan Penyelundupan Harley Davidson, Sri Mulyani: Ini Pengkhianatan

Hairunnisa, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 10:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 06 320 2138633 bos-garuda-dan-penyelundupan-harley-davidson-sri-mulyani-ini-pengkhianatan-jKJUITOlJk.jpg Sri Mulyani soal Penyelundupan Harley Davidson (Foto: Facebook Sri Mulyani)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi oleh Menteri (Kemenkue) BUMN Erick Thohir dan Dirjen Bea Cukai Kemenkeu Heru Pambudi menjelaskan adanya kasus dugaan penyelundupan Harley Davidson dan sepeda bermerek Brompton melalui pesawat Garuda Indonesia yang baru dibeli dari Airbus (Touluse, Perancis).

Baca Juga: Dirut Garuda Ari Askhara Dipecat Ternyata Juragan Tanah, Hartanya Rp37,5 Miliar

Sri Mulyani menjelaskan, pada 17 November lalu saat pesawat GA 9721 Airbus 330-900 ini mendarat di Cegkareng dan akan langsung menuju Hangar PR GMF AeroAsia. Bea Cukai sempat melakukan pemeriksaan kargo bagasi penumpang, dan menemukan 15 kemasan berisi parts sepeda motor Harley Davidson terurai dengan baggage claim tag atas nama SAS dan 3 kemasan berisi 2 unit sepeda Brompton M6L Explore dan aksesoris atas nama LS. Barang tersebut tidak dideklarasikan.

“Pembawaan barang impor penumpang tidak diberitahukan. Jajaran Bea Cukai masih terus melakukan pemeriksaan atas pelanggaran UU dan aturan Kepabenanan baik secara perdata maupun pidana,” kata Sri Mulyani seperti dilansir setkab, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

 Baca Juga: Drama Penyelundupan Moge dari Awal hingga Pemecatan Dirut Bos Garuda

Sepeda

Menteri BUMN Erick Tohir menyampaikan penjelasan laporan Komite Audit dan Laporan Komisaris Garuda atas kejadian tersebut yang menunjukkan pelanggaran di bidang: tata kelola perushaan (corporate governance), etika dan perijinan oleh direksi Garuda.

Sri Mulyani juga menilai kejadian tersebut mencederai reputasi PT Garuda Indonesia sebagai perusahaan publik dan pemegang bendera (flag carrier) Indonesia.

"Kejadian ini juga merupakan pengkhianatan atas kepercayaan publik kepada para pejabat BUMN (Badan Usaha Milik Negara), yang seharusnya mengemban tugas secara amanah. BUMN sebagai kekayaan milik negara milik rakyat Indonesia, dan sekaligus sebagai instrumen pembangunan Indonesia seharusnya dikelola secara jujur, profesional, kompeten dan berintegritas. Bukan justru disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan korupsi," tambahnya.

Selain itu, Sri Mulyani juga mengajak semua pihak untuk menjaga Indonesia dari bahaya korupsi yang merusak negara dan perekonomian Indonesia. "Jaga terus wilayah Indonesia dari kejahatan penyelundupan," pungkasnya.

 Harley Davidson

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini