nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dirut Garuda Dipecat, Harga Tiket Pesawat Diharap Murah Lagi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 13:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 06 320 2138717 dirut-garuda-dipecat-harga-tiket-pesawat-diharap-murah-lagi-IqadYqAUFB.jpg Foto: Pesawat Garuda Indonesia (Okezone)

JAKARTA - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyatakan, pencopotan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara dari jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia, diharapkan menjadi angin segar bagi industri penerbangan. Lantaran, penerbangan sangat erat kaitannya dengan sektor pariwisata dalam negeri.

Salah satu hal yang menjadi sorotan Hariyadi adalah harga tiket pesawat yang tinggi. Dia berharap, pergantian pucuk pimpinan di Garuda Indonesia bisa memperbaiki persoalan mahalnya tiket pesawat yang selama ini menjadi keluhan masyarakat

Baca Juga: Dirut Garuda Ari Askhara Dipecat Ternyata Juragan Tanah, Hartanya Rp37,5 Miliar

"Kami berharap, paling tidak menjadi kompetitif (harga tiket pesawat). Kalau yang dirasakan masyarakat memang tiket harganya itu tidak kompetitif," kata dia ditemui di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Harga tiket pesawat yang tidak kompetitif itu, lanjut Hariyadi, tercermin dari harga tiket penerbangan maskapai berbiaya murah (low cost carrier/LCC) rute yang sama di Asia Tenggara maupun Eropa. Menurutnya, tarif penerbangan maskapai LCC Indonesia jauh lebih mahal ketimbang maskapai asing.

"Sama-sama penerbangan 1-2 jam, tapi kalau bicara LCC kita (Indonesia) lebih mahal. Pokoknya di mana tidak ada kompetisi pasti harganya mahal, kalau ada kompetitor, harga akan murah," kata dia.

 Garuda Indonesia

Hariyadi juga menyebut, Ari menjadi tokoh dibalik kartel tiket pesawat yang membuat tingginya tarif penerbangan. Saat ini memang industri penerbangan dikuasai dua grup besar, Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group.

Oleh sebab itu, dirinya mendukung keputusan pemerintah untuk mencopot Ari, sehingga diharapkan bisa ada kebijakan baru terkait harga tiket pesawat. Hal ini akan sangat mendukung sektor pariwisata dalam negeri.

Baca Juga: Erick Thohir Sebut AA dalam Kasus Moge Ilegal, Siapa Dia?

"Jadi enggak fair rakyat dirugikan, apalagi wilayah Indonesia Timur itu sangat terganggu. (Karena tiket pesawat mahal) menyebabkan terjadi penurunan kunjungan traveler," kata dia.

Sekedar informasi, pencopotan Ari dikarenakan kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton di dalam pesawat A3390-900 seri Neo milik Garuda Indonesia. Kendaraan tersebut merupakan milik Ari yang diterbangkan dari Toulouse, Prancis dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada 17 November 2019.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini