JAKARTA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan melakukan pengembangan kawasan petrokimia kedua di kawasan Cilegon. Artinya akan ada pabrik baru yang dibangun oleh perusahaan.
Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra mengatakan, peningkatan kapasitas petrokimia dalam negeri saat ini masih belum bisa mengejar pesatnya pertumbuhan konsumsi di Indonesia. Apalagi saat ini, Indonesia masih sangat bergantung pada barang-barang impor.
Baca juga: Chandra Asri Mau Merger Petrokimia Butadiene, Apa Alasannya?
Untuk itu, selain peningkatan kapasitas pabrik baru PE, pihaknya juga akan fokus dalam pengembangan kompleks petrokimia kedua dengan investasi mencapai Rp60 triliun hingga Rp80 triliun. Pengembangan ini diharapkan bisa rampung pada 2024 mendatang.

“Proyek baru ini butuh Rp60 hingga Rp80 triliun. Dengan kapasitas yang lebih besar,” ujarnya saat ditemui di Cilegon, Banten, Jumat (6/12/2019)..
Baca juga: S&P Naikkan Rating Chandra Asri Jadi BB-
Kompleks kedua ini akan membawa total kapasitas menjadi 8 juta ton per tahun. Lewat pembangunan komplek baru ini diperkirakan bisa menyerap tenaga kerja hingga 25.000 orang di mana mayoritas adalah tenaga engineer.
“Kami ingin berterima kasih kepada Presiden Jokowi dan Pemerintah Indonesia atas dukungan yang diberikan. Kami berkomitmen untuk menjadi terus mitra pertumbuhan Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: Investasi Pabrik Rp5,3 Triliun, Chandra Asri Raih Fasilitas Bebas Pajak
Menurut Erwin, rencana pembangunan pabrik ini juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah untuk memberikan insentif. Oleh karena itu dirinya mengucapkan terima kasih kepada dan berkomitmen untuk membantu mengatasi masalah defisit neraca perdagangan.
"Pabrik baru ini juga telah mendapatkan kebijakan tax holiday dari pemerintah, kebijakan yang telah menciptakan iklim investasi yang baik," ujarnya.
(Fakhri Rezy)