"Jadi waktu itu, diberikan pinjaman untuk pembiayaan kapal laut, kok terus tiba-tiba dipakai untuk pembiayaan kapal terbang, jadinya terbang benar," kata dia ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (6/12/2019).
Baca juga: BUMN Ini Bikin Bingung Sri Mulyani dan Komisi XI
Oleh sebab itu, pemerintah kini sedang meninjau kembali eksistensi BUMN tersebut, melakukan evaluasi kelayakan negara untuk mempetahankan atau tidak.
"Sekarang kami harus membuat position bersama dengan Kementerian BUMN, apakah ini memang BUMN yang layak dipertahankan apa tidak. Nanti kalau memang layak kami pertahankan, ya kami harus betul betul envolve. Tapi kalau enggak, ya kami juga enggak boleh segan-segan ya di likuidasi saja," papar dia.