Penyelundupan Harley Davidson dan Brompton di Pesawat Garuda, Ini Faktanya!

Vania Halim, Jurnalis · Sabtu 07 Desember 2019 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 06 320 2138976 penyelundupan-harley-davidson-dan-brompton-di-pesawat-garuda-ini-faktanya-NRxl6PM1im.jpg Harley Davidson dan Brompton selundupan (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) baru-baru ini terkena kasus dugaan penyelundupan. Tak tanggung-tanggung, penyelundupan tersebut berupa onderdil sepeda motor Harley Davidson dan Sepeda Brompton.

Penyelundupan tersebut dibarengi dengan pengiriman pesawat baru Garuda dengan tipe Airbus A330-900 (neo). Saat dicek oleh bagian Bea cukai bandara, terlihat 18 boks coklat terdapat 15 koli claimtag atas nama SAW berisikan part motor Harley Davidson bekas. Tidak hanya itu saja, terdapat 3 koil claimtag atas nama LS berisikan 2 unit sepeda Brompton baru berserta aksesoris sepeda.

Hal ini berbuntut panjang, dari dugaan penyelundupan hingga pencopotan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Ari Askhara. Oleh sebab itu, Jakarta, Sabtu (7/12/2019), Okezone merangkum fakta-fakta mengenai dugaan penyelundupan motor Harley Davidson beserta sepeda Brompton. Berikut faktanya:

 Harley Davidson

1. Ditemukan oleh Bea Cukai saat Pendaratan

Bea Cukai Soekarno Hatta melakukan pemeriksaan sarana pengangkut (plane zoeking) kepada seluruh pesawat dari luar negeri yang masuk ke PT GMF. Mereka melakukan plane zoeking terhadap pesawat Garuda Indonesia yang datang dari pabrik Airbus di Perancis pada 17 November lalu.

Pendaratan pesawat di hanggar PT GMF dilakukan khusus untuk keperluan seremoni dikarenakan pesawat tersebut bertipe baru dan belum pernah dimiliki atau dioperasikan oleh Garuda Indonesia sebelumnya.

Bea Cukai Soekarno Hatta melakukan pemeriksaan sarana pengangkut (plane zoeking) kepada seluruh pesawat dari luar negeri yang masuk ke PT GMF. Mereka melakukan plane zoeking terhadap pesawat Garuda Indonesia yang datang dari pabrik Airbus di Perancis pada 17 November lalu.

Bea Cukai menemukan 18 boks coklat terdapat 15 koli claimtag atas nama SAW berisikan part motor Harley Davidson bekas.

Tidak hanya itu saja, terdapat 3 koil claimtag atas nama LS berisikan 2 unit sepeda Brompton baru ebserta aksesoris sepeda.

2. Ditindaklanjut oleh Ditjen Bea Cukai

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan investigasi terkait temuan penyelundupan motor gede (moge) merek Harley Davidson di penerbangan Garuda Indonesia. Moge tersebut ditemukan dalam bentuk 15 rangkaian di bagasi milik penumpang.

Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai Deni Surjantoro menyatakan, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan pada penumpang yang diduga melakukan penyelundupan moge Harley Davidson tersebut. Pada 15 boks tersebut memiliki claim tag (tanda kepemilikan) atas nama SAW.

Selain itu, Bea Cukai juga melakukan pemeriksaan terhadap pihak ground handling yang dalam hal ini adalah PT PT GMF AeroAsia.

3. Garuda Indonesia Klaim Harley Davidson dan Brompton Bukan Selundupan

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk buka-bukaan terkait selundupan barang berisikan part motor Harley Davidson dan dua sepeda motor Brompton di pesawat Garuda Indonesia, Airbus A330 900.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan, alasan mengapa komponen motor Harley dan dua buah motor Brompton disita karena belum membayar pajak. Kasus tersebut masih didalami pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

"Seperti kita ketahui ada barang harus membayar biaya pajak, tapi ada juga yang tidak boleh masuk seperti barang bekas dalam kaitan itu petugas yang membawanya tapi kenapa belum bayar pajak karena masih diperiksa oleh Direktroat Jendral Bea Cukai," ujarnya.

4. Menteri BUMN Erick Thohir Copot Dirut Garuda

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memecat Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Hal tersebut terkait temuan onderdil sepeda motor Harley Davidson secara ilegal di pesawat Garuda Indonesia.

"Saya memberhentikan saudara Dirut Garuda dan tentu proses dari pada publik akan dilanjutkan," ujarnya.

5. Prosedur Pencopotan Direktur Utama Garuda Indonesia

Menurut Erick nantinya proses pemberhentian ini akan dilakukan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Mengingat, Garuda Indonesia merupakan perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

"Dengan ini, (saya) akan memberhentikan Direktur Utama Garuda dan tentu proses dari ini akan ada prosedurnya lagi," ujarnya.

6. Sepeda selundupan bermerk Brompton seharga Rp52 Juta

Sepeda tersebut dipamerkan kepada awak media di kantor Kemenkeu. Sepeda tersebut tampak berwarna hijau army. Tidak hanya itu, motor Harley Davidson yang dikemas dalam kardus pun tidak luput menjadi sorotan.

 Sepeda Brompton

Dua barang mewah itu diduga diselundupkan ilegal melalui pesawat Airbus A 330-900 Neo baru yang dikirim dari Toulouse, Perancis. Dalam pesawat tersebut Bea Cukai menemukan 18 kardus yang terdiri dari 15 kardus berisinya onderdil Harley Davidson, lalu sisanya adalah sepeda Brompton.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan, harga satu sepeda lipat merk Brompton cukup fantastis. Menurutnya, kisaran harga sepeda lipat merk Brompton adalah Rp52 juta.

"Tahu enggak ini harganya satu berapa? Rp52 juta," kata Heru.

7. Motor Harley Davidson yang Diselundupkan seharga Rp800 Juta

Motor Harley Davidson milik Dirut Garuda Indonesia yang diselundupkan dalam pesawat adalah Harley Davidson Type Shovelhead. Motor diduga dipesan pada 2018.

 Harley Davidson

Motor yang diselundupkan tersebut, pasalnya diproduksi pada tahun 1970-an.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, berdasarkan penelusuran timnya dan melihat harga di pasar, perkiraan nilai harga Harley Davidson tersebut sampai dengan Rp800 juta per unitnya.

8. Garuda Lakukan Penyelundupan, Negara Rugi Rp1,5 Miliar

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut penyelundupan Harley Davidson bekas dan dua unit sepeda Brompton Ilegal yang dibawa pesawat Garuda Indonesia dari Prancis mengakibatkan negara kehilangan miliaran rupiah. Hal itu berdasarkan temuan Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang melakukan pemeriksaan terhadap 18 kardus di bagasi pesawat.

Berdasarkan perkiraannya, total kerugian negara akibat penyelundupannya adalah sekitar Rp532 juta hingga Rp1,5 miliar. Hanya saja dirinya tidak merinci kerugian tersebut berasal dari mana saja.

"Total kerugian negara, potensi atau yang terjadi kalau nggak deklarasi antara Rp532 juta sampai Rp1,5 miliar," ujarnya.

9. Bos Garuda Dipecat, Saham GIAA dan GMF Sempat Tertekan

Harga saham maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tampaknya tertekan pada perdagangan hingga siang hari ini.

Harga saham GIAA sendiri turun Rp4 atau 0,81% menjadi Rp492 per saham pada jeda makan siang hari Jumat 6 Desember 2019.

Selama sepekan terakhir, harga saham GIAA ini memang mengalami tekanan. Pada Senin 2 Desember, harga sahamnya Rp540. Turun menjadi Rp525 pada Selasa 3 Desember dan menjadi Rp500 pada Rabu 4 Desember. Pada Kamis 5 Desember, harga sahamnya juga turun lagi menjadi Rp496.

Harga saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) turun Rp3 atau 1,76% menjadi Rp167 per saham pada jeda makan siang hari ini. Terendah, harga sahamnya mencapai Rp165.

10. 4 Direksi Garuda Tak Kantongi Izin Jemput Pesawat Baru yang Bawa Harley

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan bahwa ada empat direksi Garuda Indonesia yang tidak mendapat izin untuk ikut menjemput Pesawat Airbus A330-900 dari Prancis. Pesawat tersebut merupakan armada yang digunakan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra untuk mengangkut motor Harley Davidson yang bea dan cukainya tidak jelas.

"Keempat direktur ini, itu kalau menurut komite audit, dewan komisaris di tandatangan Pak Sahala (Komut) dan keempatnya tidak dapat izin dinas Kementerian BUMN," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

11. Dirut Garuda Dipecat, Jokowi Imbau BUMN Jangan Main-Main!

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasikan keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terkait masalah di PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Hal ini terkait dugaan penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat baru BUMN penerbangan tersebut.

Menurutnya, apa yang diputuskan oleh Erick Thohir merupakan ketegasan dalam memimpin. "Sudah diputuskan menteri BUMN, pesannya tegas sekali," ujarnya.

Jokowi

Menurut Jokowi, pesan tersebut agar jangan ada lagi direksi BUMN yang mengulang-ulang kejadian yang serupa. Apalagi, hal ini memperburuk citra BUMN Indonesia.

"Menteri BUMN sudah tegas sekali, sudah tegas sekali, udah! Itu pesan untuk semuanya, jangan main-main," ujar Jokowi.


12. Kementerian BUMN Banjir Karangan Bunga

Setelah mengumumkan mencopot Direktur Utama Garuda Indonesia, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kebanjiran karangan bunga. Deretan karangan bunga itu pun berderet di depan kantornya, Kementerian BUMN, hari ini.

Pantauan Okezone, di Kementerian BUMN, Jumat 6 Desember 2019, terlihat banyak bunga yang bertuliskan apresiasi terhadap Erick Thohir. Hal itu terkait terkuaknya penyeludupan Harley dan sepeda Brompton yang ada di pesawat Garuda Indonesia.

Tulisan yang ada di karangan bunga tersebut pun menarik. Seperti karangan bunga yang diberikan oleh Korban Digombalin Direksi Garuda Indonesia. "Akhirnya Direksi Penjahat Kelamin Akan Pensiun,” tulis karangan bunga tersebut.

"Terima Kasih Pak Erick Thohir Garuda Indonesia Tidak Butuh Direktur yang Kaleng-Kaleng,” tulis karangan bunga dari Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI).

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini