Datangi Erick Thohir, Awak Kabin Garuda Curhat Perlakuan Ari Askhara

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 09 320 2139687 datangi-erick-thohir-awak-kabin-garuda-curhat-perlakuan-ari-askhara-Vn15L3tMg5.jpg IKAGI (Foto: Okezone.com/Giri Hartomo)

JAKARTA - Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) mendatangi kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada hari ini. Maksud dan tujuan kedatangannya adalah untuk mengadukan perbuatan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara alias Ari Askhara.

Sekretaris IKAGI Jacqueline Tuwanakotta mengatakan, pihaknya mendukung upaya Menteri BUMN Erick Thohir untuk memberhentikan Ari Askhara sebagai Dirut. Karena menurutnya, selama kepemimpinannya banyak sekali kerusakan di perseroan.

 Baca juga: Erick Thohir Bersih-Bersih Garuda di Akhir Pekan, 4 Direksi Dipecat

“Saat ini karyawan sudah merasa senang ketika yang terjadi Ari Askhara diturunkan, dicopot, banyak karyawan yang bersyukur, bahagia, karena selama beliau memimpin banyak sekali kerusakan di PT Garuda Indonesia,” ujar Jacqueline di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12/2019).

 Sepeda dan motor selundupan

Jacqueline menjelaskan, di masa kepemimpinan Ari, awak kabin Garuda merasa bekerja dalam tekanan. Bahkan, jika melakukan kesalahan sedikiti saja, manajemen Garuda langsung memindah tugaskan para awak kabin.

 Baca juga: 22 Januari 2020, Erick Thohir Tunjuk Bos Baru Garuda

“Mereka (awak kabin) takut ada yang terancam, contoh, lakukan kesalahan sedikit langsung dipindahkan ke Papua, kemudian kesalahan yang harusnya masuk dalam pembinaan, tiba-tiba digrounded, tidak boleh terbang,” jelasnya

Tak hanya itu lanjut Ari, para awak kabin juga dituntut untuk selalu bekerja overtime atau di luar jam yang sudah ditentukan. Misalnya adalah perjalanan penerbangan Jakarta-Sidney yang harusnya membutuhkan waktu 3 hari menjadi pulang pergi.

“Contoh schedule Sydney-Jakarta-Sydney, itu harusnya tiga hari, tapi jadi PP (pulang pergi). Itu beri dampak tidak bagus kepada awak kabin, sekarang sudah ada delapan orang yang diopname,” jelasnya.

Oleh karena itu lanjut Jacqueline, pihaknya bersama dengan yang lainnya ingin melaporkan kepada Menteri BUMN. Diharapkan seluruh masukan bisa terakomodir oleh pemerintah.

“Kami akan bicara soal kondisi awak kabin yang ada di Garuda Indonesia, kondisi general, dan perusahaan,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini