Erick Thohir Pecat 5 Direksi Garuda, Ari Askhara dan 4 Direktur karena Harley

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 18:54 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 09 320 2139866 erick-thohir-pecat-5-direksi-garuda-ari-askhara-dan-4-direktur-karena-harley-OXsY4nJG08.jpg 5 Direksi Garuda Dipecat karena Harley (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan memberhentikan satu lagi Direksi dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yakni Direktur Operasional Garuda Indonesia Bambang Adisurya Angkasa. Hal ini imbas dari penyelundupan Harley Davidson dan 2 sepeda Brompton yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dengan begitu, ada lima direksi yang sudah diberhentikan oleh Kementerian BUMN. Pertama adalah Direktur Utama I Gusti Ngurah Askhara alias Ari Askhara, Iwan Joeniarto sebagai Direktur Teknik dan Layanan Garuda, Mohammad Iqbal sebagai Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha dan Heri Akhyar sebagai Direktur Capital Human.

Baca Juga: Setelah Dirut, Erick Thohir Pecat 3 Direksi Garuda Indonesia

Artinya saat ini tinggal dua Direksi yang masih dipertahankan oleh Kementerian BUMN. Kedua nama tersebut yakni Fuad Rizal yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama dan Direktur Keuangan serta Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, seluruh yang terlibat langsung maupun tidak langsung akan diberhentikan sementara. Termasuk juga Direktur Operasi Garuda Indonesia.

Baca Juga: Ada Temuan Baru dalam Penyelundupan Harley oleh Direksi Garuda

"Pokoknya yang terlibat dan tidak terlibat itu dicopot. Direktur Operasional kena," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12/2019).

 Jokowi Bicara Pemberhentian Dirut Garuda Indonesia

Menurut Arya, alasan mengapa Bambang dicopot juga adalah sebagai pertanggungjawaban karena membiarkan penyelundupan Harley Davidson dan dua sepeda Brompton. Karena menurutnya, seluruh penerbangan seharusnya berada dalam pantauan dari direktur operasi.

"Dia operasioanal dan dia tahu semua penerbangan," ucapnya.

Sementara itu, untuk pihak-pihak yang terlibat di luar direksi, Arya mengaku jika Kementerian BUMN tidak bisa ikut campur untuk memberhentikan. Karena menurutnya, untuk hal tersebut merupakan kewenangan dari internal perseroan.

"Itu urusan internal mereka (Garuda Indonesia). Tapi pasti dari nama-nama tersebut yang ada di Bea Cukai bisa kena," ucapnya.

 Melihat Lebih Dekat Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 NEO

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini