Awak Kabin Ungkap Otoriternya Ari Askhara Selama Pimpin Garuda

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 09 320 2139876 awak-kabin-ungkap-otoriternya-ari-askhara-selama-pimpin-garuda-1xlWLxE1qw.jpg Garuda (Foto: Okezone.com)

Menurut Zaenal, pelarangan terbang ini akan berpengaruh terhadap pendapatan merek. Karena para pramugara ini hanya mendapatkan uang gaji pokok dan tidak mendapatkan uang terbang.

Asal tahu saja, penghasilan awak kabin Garuda sendiri ada dua macam. Pertama adalah gaji pokok sesuai UMR, dan yang kedua adalah uang terbang yang besarannya lebih besar dari gaji pokok.

"Kalau di-grounded memang gaji pokok dapat, fasilitas dapat tapi uang terbang itu tidak ada," ucapnya.

Selain itu, semasa kepimpinan Ari Askhara, jadwal terbang awak kabin untuk rute penerbangan internasional yang menghabiskan waktu belasan jam di udara juga tak ada waktu istirahat yang cukup. Misalnya, pada penerbangan Jakarta-Melbourne selama 18 jam, para awak kabin tak diberi menginap saat menurunkan penumpang.

Jatah menginap hanya diberikan untuk para pilot dan co-pilot. Sementara para awak kabin disuruh pulang pergi (one day).

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini