Pengusaha Ramal Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 4,85% pada 2020

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 10 20 2140167 pengusaha-ramal-ekonomi-indonesia-hanya-tumbuh-4-85-pada-2020-7xPsFGKLFb.jpg Ekonomi RI 2020 (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 berkisar 4,85% hingga 5,10%

"Proyeksi ini mempertimbangan sejumlah faktor, yaitu faktor eksternal (global) dan internal serta kelesuan perekonomian global dan perang dagang Amerika Serikat dengan China menjadikan aliran portofolio dana investor ke Indonesia menjadi terhambat sehingga hal ini menciptakan tekanan terhadap berbagai mata uang global, termasuk Rupiah," ujar Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Baca Juga: Bahas Ekonomi RI, Presiden Jokowi: Masa Kita Masih Impor Petrokimia?

Sementara itu, lanjut dia kondisi internal banyak dipengaruhi oleh tingkat investasi yang belum akan beranjak jauh dari kondisi tahun 2019 di mana masih menghadapi berbagai macam tantangan terkait cost of doing business.

"Seperti perizinan usaha, ketenagakerjaan, logistik, perpajakan, akses lahan, biaya permodalan, energi, serta lemahnya daya beli," ungkap dia.

Baca Juga: Jokowi Sebut Ekonomi RI Tempati Posisi Ketiga di G20, di Bawah India dan China

ekonomi

Hariyadi menambahkan, di luar faktor ekonomi, terdapat beberapa hal yang memengaruhi proyeksi pertumbuhan 2020 tersebut adalah faktor positif transisi kepemimpinan 2019-2024 yang telah berjalan cukup lancar dengan telah terbentuknya Kabinet Indonesia Maju yang diharapkan membawa stabilitas politik.

"Namun masih menghadapi tantangan yang cukup besar untuk efektivitas tata kelola Pemerintahan Pusat dan Daerah," kata dia

Dia mengungkapkan, untuk menumbuhkan optimisme dunia usaha terhadap perekonomian 2020, terdapat beberapa hai yang harus diiakukan, diantaranya dengan meningkatkan optimalisasi kinerja industri melalui sinergi industri hulu dan hilir.

"Kami juga merekomendasikan kepada Pemerintah untuk melakukan perbaikan kebijakan di bidang ketenagakerjaan dan perpajakan demi mendukung daya saing industri," tutur dia.

Menteri Ekonomi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini