"Kalau ini digerakkan, ini dengan tim percepatan akses keuangan daerah ini nantinya bisa hasilkan hal yang konkret. Sehingga literasi keuangan kita, persentasenya bisa naik lebih cepat dan tinggi lagi," ucapnya.
Perluasan inklusif keuangan harus dilakukan bersama sama seperti halnya upaya pemerintah menekan inflasi. Di mana pada tahun-tahun sebelumnya inflasi meroket di angka 9%, kini mampu dipertahankan pada 3,5%.
"Ini akan mirip dengan TPID, Tim Pengendalian Inflasi Daerah, yang juga inflasi kita dulu 9%, 8%, sekarang turun jadi 3,5%, 4%, drastis karena efektif timnya dari Bank Indonesia. Makanya tim percepatan keuangan daerah ini harus bisa baik dan cepat, sehingga literasi dan inklusi keuangan kita meloncat naik, sehingga masyarakat mudah dalam menabung dan mendapat akses kredit," jelasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.