nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembinaan UMKM RI Peringkat 4, Kalah dari Malaysia dan Thailand

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 13:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 10 320 2140150 pembinaan-umkm-ri-peringkat-4-kalah-dari-malaysia-dan-thailand-rmxOvq9dV2.jpg Jokowi (Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta agar pembinaan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) di dalam negeri dimaksimalkan. Sebab menurutnya, dalam urusan pembinaan UMKM Indonesia masih kalah jauh dari negara tetangga.

Menurut Jokowi, untuk di Asia Tenggara (ASEAN) saja, Indonesia berada di rangking keempat. Indonesia masih berada di bawah Singapura, Malaysia hingga Thailand.

 Baca juga: Kaesang Pangarep: UMKM Jangan Cuma Main di Lokal

"Pembinaan UMKM Indonesia masih ranking keempat di Asia Tenggara, di bawah Singapura, Malaysia, Thailand," ujarnya di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

 Jokowi

Menurut Jokowi, pembinaan terhadap UMKM merupakan salah satu dalam meningkatkan inklusi keuangan. Karena jika para pelaku UMKM bisa naik kelas maka bisa mendapatkan akses kredit dari perbankan.

 Baca juga: Anggaran UMKM di 18 K/L Dikonsolidasikan di Kementerian Koperasi

Menurut Jokowi, kredit merupakan salah salah satu cara meningkatkan inklusi keuangan. Oleh karena itu, lembaga keuangan harus gencar memberikan edukasi dan pemahaman kepada pelaku usaha agar mudah mendapat pendanaan melalui kredit.

"Kalau ini digerakkan, ini dengan tim percepatan akses keuangan daerah ini nantinya bisa hasilkan hal yang konkret. Sehingga literasi keuangan kita, persentasenya bisa naik lebih cepat dan tinggi lagi," ucapnya.

Perluasan inklusif keuangan harus dilakukan bersama sama seperti halnya upaya pemerintah menekan inflasi. Di mana pada tahun-tahun sebelumnya inflasi meroket di angka 9%, kini mampu dipertahankan pada 3,5%.

"Ini akan mirip dengan TPID, Tim Pengendalian Inflasi Daerah, yang juga inflasi kita dulu 9%, 8%, sekarang turun jadi 3,5%, 4%, drastis karena efektif timnya dari Bank Indonesia. Makanya tim percepatan keuangan daerah ini harus bisa baik dan cepat, sehingga literasi dan inklusi keuangan kita meloncat naik, sehingga masyarakat mudah dalam menabung dan mendapat akses kredit," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini