Jokowi mengatakan untuk masuk ke off farm, para petani dan nelayan perlu skema pembiayaan dan juga mendapatkan pendampingan. Dari sisi pembiayaan, pemerintah sudah memiliki skema KUR yang plafon anggarannya untuk tahun 2020 akan menjadi Rp190 triliun dengan bunga hanya 6 persen.
"Saya sudah perintahkan KUR agar didesain skema-skema khusus per klaster sehingga sesuai kebutuhan grace period, produksi klaster pertanian maupun perikanan," ujarnya.
Kepala Negara ingin pembiayaan harus diikuti dengan pendampingan baik dalam pengelolaan keuangan, membuat kemasan baik, packaging yang baik, branding baik, hingga marketing yang baik.
"Kita harus mulai mendorong usaha mikro, kecil, menengah kita, petani kita, nelayan kita yang selama ini bergerak di skala ekonomi kecil-kecil untuk bergabung berkolaborasi dalam kelompok-kelompok atau korporasi besar sehingga memiliki nilai economic scale yang besar atau skala ekonomi yang besar," kata Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan jajarannya agar sistem korporasi para petani dan nelayan nantinya bisa lebih efektif dalam mendapat bahan baku, mengakses modal kerja, investasi, dan melakukan upaya untuk memasarkan produk.
"Agar bisa masuk ke supply chain nasional maupun global," pungkasnya.
(Fakhri Rezy)