nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi: Proyek Infrastruktur Jangan Semuanya Diambil BUMN, Kasih Pengusaha Lokal

Irene, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 19:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 10 320 2140343 jokowi-proyek-infrastruktur-jangan-semuanya-diambil-bumn-kasih-pengusaha-lokal-6lijHsIw0u.jpg Jokowi soal Proyek Infrastruktur (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meminta agar proyek-proyek infrastruktur, dari proyek besar sampai yang kecil, jangan semua diambil oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk anak-anak BUMN dan cucu-cucu BUMN. Tapi harus beri ruang pada pengusaha swasta dan pengusaha lokal.

“Berilah ruang yang lebih luas pada swasta, pada pengusaha lokal, pengusaha kecil, dan menengah, tenaga kerja lokal, agar terlibat dalam pembangunan infrastruktur,” tegas Presiden Jokowi seperti dilansir setkab, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Baca Juga: Swasta Dapat Jatah 45% Proyek Infrastruktur untuk 140.000 Kontraktor, Bagaimana BUMN?

Presiden Jokowi yang didampingi Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin meyakini semangat kolaboratif kita akan mampu mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur di tanah air.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengemukakan, tidak mungkin semua infrastruktur dibiayai oleh APBN. Oleh karena itu, pemerintah menawarkan model pembiayaan creative hybrid financing seperti KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha), juga Pembiayaan Investasi Non-Anggaran (PINA) Pemerintah.

Karena itu, Presiden mengingatkan, ekosistem investasi di seluruh sektor infrastruktur harus segera diperbaiki dan di­-reform, sehingga memiliki daya tarik dan daya saing investasi yang semakin baik.

Baca Juga: 11 Proyek Kombinasi Pemerintah-Swasta Senilai Rp19,7 Triliun

Sebelumnya pada awal pengantarnya, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur harus difokuskan kepada memperlancar konektivitas di sepanjang rantai pasok yang menghubungkan pasar dengan sentra-sentra produksi rakyat, mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, industri, termasuk di dalamnya UMKM.

“Sehingga infrastruktur yang kita bangun betul-betul memiliki impact pada indeks logistic perform kita, serta memiliki dampak pada peningkatan daya saing produk-produk ekspor negara kita,” ujar Presiden.

Presiden juga menyampaikan, bahwa pemerintah akan meneruskan pembangunan modernisasi moda transportasi massal seperti MRT, LRT, dan juga kereta cepat, terutama di kota-kota besar, agar keseluruhan dari sistem transportasi di kota-kota besar semakin efisien, semakin ramah lingkungan, dan terkoneksi secara menyeluruh.

Presiden juga meminta agar dilakukan pembenahan terus-menerus pada manajemen rantai pasok konstruksi mulai dari penyiapan SDM (Sumber Daya Manusia), peralatan material, inovasi teknologi, dan juga pendanaan.

Dalam penyiapan material konstruksi, menurut Presiden, saat ini masih terjadi gap antara supply dan demand. Dia menunjuk contoh misalnya kebutuhan aspal sebesar 850.000 ton baru terpenuhi 70%, kemudian kebutuhan baja 9 juta ton baru terpenuhi 60%.

“Ini artinya kita perlu memperkuat industri pendukung infrastruktur,” kata Presiden Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini