nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Swasta Dapat Jatah 45% Proyek Infrastruktur untuk 140.000 Kontraktor, Bagaimana BUMN?

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 17:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 14 320 1872757 swasta-dapat-jatah-45-proyek-infrastruktur-untuk-140-000-kontraktor-bagaimana-bumn-DA5eStLr5c.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Perusahaan kontraktor swasta telah mengantongi porsi 45% dari total proyek infrastruktur yang saat ini tengah dibangun oleh pemerintah. Mereka menilai, porsi tersebut masih kecil dibandingkan dengan porsi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya yang menggenggam 55% proyek infrastruktur.

Wakil Ketua Umum III Bambang Rahmadi meminta pemerintah meningkatkan porsi swasta. Sebab, jatah 45% terdistribusi kepada 140.000 kontraktor.

"BUMN kemudian itu hanya dibagi 8 kontraktor sementara swasta ada 140.000 kontraktor kebagian kuenya hanya kurang lebih 45% kan ini timpang," ujarnya di jakarta, Rabu (14/3/2018).

Baca juga: Bertemu dengan Menko Luhut, SMI dan JBIC Kolaborasi Pembiayaan Infrastruktur?

Selain meminta porsi tambahan proyek, pihak swasta juga meminta pemerintah memberikan kepercayaan bagi mereka untuk menjadi kontraktor utama. Dia menuturkan, beberapa perusahaan swasta yang menjadi sub kontraktor memiliki pengalaman pahit dengan proses pembayaran yang lama.

"Bahkan swasta nasional sempat bangkrut karena enggak dibayar bayar saat jadi sub kontraktor BUMN. Itu yang di asosiasi dapat laporan dari teman-teman daerah seperti itu," kata dia.

 Baca Juga: Dana Sering Macet, BUMN Sungkan Ajak Swasta Kerja Bareng

Dia juga mengimbau BUMN untuk fokus kepada satu bisnis saja sesuai dengan lini bisnisnya. Keluhan tersebut pernah dia sampaikan kepada pemerintah melalui Kementerian BUMN.

"Kita kemudian minta BUMN jangan kemudian jadi gurita. Kalau dia memang BUMN dilahirkan jadi BUMN di infrastruktur atau konstruksi dia stay di situ dong jangan kemudian dia bentuk anak perusahaan cucu perusahaan ada hotel ada properti yang sebenernya itu bisa diambil oleh porsi swasta nasional," tandas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini