Banjir Produk Impor hingga Upah Jadi Penyebab Pabrik Tekstil Tutup

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 11 320 2140609 banjir-produk-impor-hingga-upah-jadi-penyebab-pabrik-tekstil-tutup-1ZwhSw5FKk.jpg Penyebab Pabrik Tekstil Tutup (Foto: Ist)

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, tiga hal yang menjadi penyebab dari tutupnya pabrik tekstil di dalam negeri. Pertama tekait upah tenaga kerja industri tekstil dinilai cukup mahal sehingga memberikan beban operasional bagi perusahaan.

Baca Juga: Kepala BKPM Sulit Cari Produk Tekstil Made in Indonesia di Tanah Abang

Hal ini juga yang membuat sejumlah pengusaha industri tekstil di Jawa Barat berencana untuk melakukan relokasi pabrik ke daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang ongkos pekerjannya dinilai lebih rendah. Menurut Bahlil, persoalan upah ini akan dikordinasikan dengan pemerintah daerah untuk menemukan solusi.

"Pertama memang karena tenaga kerja, upah itu kan sudah mulai naik," ungkapnya di Kantor BPKM, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Baca Juga: Tingkatkan Ekspor Tekstil, Presiden Jokowi Siapkan Apparel Park

Faktor kedua adalah banjirnya impor produk tekstil ke dalam negeri. Banyaknya tekstil impor ke Indonesia menekan para produsen nasional, terlebih harganya sangat murah dibandingkan produk dalam negeri.

 Pasar Tanah Abang

Menurutnya, saat ini di pasaran banyak produk yang berlabelkan pembuatan dari negara-negara lain. Meski tak menyebutkan data, Bahlil bilang fenomena ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat.

"Ketiga karena memang HPP (Harga Pokok Penjualan) kita. Bahan baku disini kan memang mahal, karena mesin-mesin sudah agak tua sehingga memang harus ada peremajaan," ungkap dia.

Kendati demikian, Bahlil belum bisa menyebutkan berapa jumlah pabrik tekstil yang sudah tutup. Menurunya masih menunggu data dari Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).

"Kami belum punya data. Nanti data teknisnya lagi minta teman-teman asosiasi. Kami akan tindaklanjutnya di hari rabu lagi (pekan depan)," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini