nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ari Askhara Dipecat, Sistem Kerja Awak Kabin Garuda Diperbaiki

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 20:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 12 320 2141260 ari-askhara-dipecat-sistem-kerja-awak-kabin-garuda-diperbaiki-DHtvRAnHaz.jpg Garuda (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mulai melakukan perbaikan sistem kerja para awak kabin pasca-dicopotnya I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara dari posisi Direktur Utama. Salah satunya terkait jadwal terbang awak kabin untuk rute penerbangan internasional yang dilakukan secara pulang-pergi (PP/one day).

Sebelumnya, awak kabin untuk penerbangan rute Jakarta-Sydney dan Jakarta-Melbourne, tak diberi menginap saat menurunkan penumpang melainkan langsung sistem pulang-pergi. Jatah menginap hanya diberikan untuk para pilot dan co-pilot.

"Yang PP sudah kita kembalikan, itu Sydney dan Melbourne. Tapi bertahap, kira-kira lima hari selesai itu. Nantinya enggak ada yang PP lagi, jadi crew kami sudah tinggal (menginap)," ujar Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Baca Juga: Dirut Dipecat, Garuda Kaji Penghapusan Rute Eropa

Hal senada juga diungkapkan, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Operasi Garuda Indonesia Tumpak Hutapea menyatakan, pihaknya melakukan restrukturisasi pada beberapa rute penerbangan terutama yang terkait dengan awak kabin yang harus terbang secara pulang-pergi. Dia memastikan, awak kabin akan memiliki jatah untuk menginap usai melakukan penerbangan.

"Ini akan kami kembalikan lagi jadi bisa menginap di luar negeri. Kami akan tetap menjaga safety dan kualitas penerbangan Garuda ke depannya," kata dia.

Baca Juga: Dipecat Erick Thohir, Bos Garuda Jabat Komisaris di 6 Perusahaan

Sebelumnya, Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) melaporkan sejumlah kebijakan dibawah kepemimpinan Ari Askhara yang dinilai buruk kepada Menteri BUMN Erick Thohir. Para awak kabin dituntut untuk bekerja overtime, seperti soal perjalanan penerbangan Jakarta-Sidney yang harusnya membutuhkan waktu 3 hari bagi awak, menjadi sistem pulang-pergi.

"Contoh schedule Sydney-Jakarta-Sydney, itu harusnya tiga hari, tapi jadi PP (pulang pergi). Itu beri dampak tidak bagus kepada awak kabin, sekarang sudah ada delapan orang yang diopname,” kata Sekretaris IKAGI Jacqueline Tuwanakotta di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12/2019).

 Melihat Lebih Dekat Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 NEO

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini