nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erick Thohir Bereskan Bisnis Sampingan BUMN, Bos RNI: Itu Kalau Tak Ada Manfaatnya

Fathnur Rohman, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 20:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 12 320 2141286 erick-thohir-bereskan-bisnis-sampingan-bumn-bos-rni-itu-kalau-tak-ada-manfaatnya-6d1NOz1xz6.jpg Dirut RNI (Foto: Okezone.com/Fathnur)

BREBES - Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) (Persero) B Didik Prasetyo menanggapi santai rencana Menteri BUMN Erick Thohir terkait peleburan bisnis-bisnis sampingan yang dimiliki oleh anak dan cucu dari BUMN.

Menurut Didik, peleburan tersebut akan dilakukan bilamana bisnis-bisnis yang dijalankan oleh anak dan cucu dari BUMN tidak memiliki manfaat sama sekali. Hal ini tentu berbeda, jika bisnis tersebut bisa mendatangkan keuntungan untuk negara.

Baca Juga: Kini Pembentukan Anak Usaha BUMN Harus Seizin Erick Thohir

Didik mencontohkan, bisnis yang dijalankan oleh anak dan cucu BUMN yang bisa mendatangkan manfaat adalah seperti bisnis industri alat kesehatan (Alkes), yang dijalankan oleh anak perusahaan dari RNI Group yakni PT Mitra Rajawali Banjaran.

Dirinya mengungkapkan, PT Mitra Rajawali Banjaran bekerja sama dengan investor asing dari Korea Selatan yaitu Direktur Insung Medical Co. Jun Ho Song dan Direktur Tae Chang Industrial Co. Hanjin In, sudah mulai membangun pabrik Alkes di eks Pabrik Gula Ketanggungan seluas 25 Ha, di Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Lahan tersebut merupakan aset lahan yang dimiliki oleh PT PG Rajawali II.

Baca Juga: Utang Krakatau Steel Rp40 Triliun dan Punya 60 Anak Usaha, Erick Thohir Angkat Tangan

"Itu kalau tidak ada manfaatnya. Ini kan jelas kita bahwa, memasukan industri alat kesehatan yang selama ini 92% impor," ujar Didik kepada wartawan, seusai melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik Alkes, di Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (12/12/2019).

Didik menjelaskan, nilai investasi dalam pembangunan pabrik Alkes ini mencapai Rp120 miliar. Pabrik Alkes ini nantinya diharapkan mampu untuk meningkatkan produktivitas produk Alkes PT RNI sehingga membuka peluang ekspor ke luar negeri.

"Untuk nilai investasi saja nilainya Rp120 miliar. Untuk model kerjanya Rp27 miliar kita lihat perkembangannya, kalau totalnya bisa mencapai Rp147 miliar sampai Rp150 miliar, " tambahnya.

Disampaikan Didik, pabrik Alkes ini akan dipersiapkan untuk memproduksi Alkes jenis bahan medis habis pakai (BMHP) yakni sejenis catheter, tube, dan kantung darah. Pasalnya, produk tersebut banyak dibutuhkan di unit pelayanan gawat darurat (UGD), ruang operasi, ICCU, ruang perawatan dan Puskesmas yang memiliki ruang perawatan.

Dirinya mengaku, produk Alkes jenis tube dan catheter akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Korea Selatan sebanyak 70%. Sedangkan 30% sisanya akan diperuntukan untuk kebutuhan pasar dalam negeri.

"Semua produknya akan didistribusikan oleh seluruh anak perusahaan RNI. Jumlahnya ada 43 cabang di seluruh Indonesia. 30% untuk dipasarkan di Indonesia dan regional, 70% untuk kebutuhan pasar di Korea, " kata Didik.

Masih dikatannya, pengembangan bisnis Alkes ini merupakan upaya PT RNI untuk mendukung percepatan industri Alkes nasional sesuai dengan Instruksi Presiden No.6 Tahun 2016. Seperti diketahui, pasar Alkes sendiri masih sangat potensial.

"Kalau kita investasinya sekitar Rp120 miliar, tahun pertama mungkin dua kali lipat dari itu, " ucap dia.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini