nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Krakatau Steel Cicil Utang Rp30 Triliun dalam 10 Tahun

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 13 Desember 2019 20:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 13 320 2141725 krakatau-steel-cicil-utang-rp30-triliun-dalam-10-tahun-4eZE2iBOkh.jpg Dirut Krakatau Steel soal Cicil Utang Rp30 Triliun (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) tengah menyelesaikan restrukturisasi utang yang mencapai USD2,2 miliar atau setara Rp30,8 triliun (kurs Rp14.000 per USD). Diperkirakan penyelesaian pembayaran utang tersebut bisa selesai 10 tahun mendatang.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menyatakan, pihaknya menargetkan penyelesaiaan restrukturisasi utang ke semua bank tempat mereka meminjam utang. Terdiri dari CIMB Niaga, Standard Chartered, OCBC, dan DBS.

Baca Juga: Utang Krakatau Steel Rp40 Triliun dan Punya 60 Anak Usaha, Erick Thohir Angkat Tangan

Maka usai restrukturisasi selesai, Silmy berjanji bakal menyelesaikan utang yang besar itu hingga 10 tahun ke depan, terhitung mulai 2019.

"Skemanya adalah, satu, kita melakukan reschedule utang. Kita langsung akhir saja ke 10 tahun dan dengan cicilan bersahabat, dengan kemampuan Krakatau Steel secara bertahap," kata Silmy ditemui di Kantor BKPM, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

 Baca Juga: Fakta di Balik Proyek Krakatau Steel yang Dipaksakan Telan Kerugian Rp10 Triliun

Adapun utang perusahaan di keempat bank ini porsinya 22% dari total utang yang harus direstrukturisasi. Menurutnya, Menteri BUMN Erick Thohir turun langsung dalam membantu restrukturisasi utang perusahaan baja berplat merah tersebut.

"Jadi saya sampaikan tinggal sedikit lagi kita bisa selesaikan restrukturisasi utang jadi 100%. Semangat kita bisa diselesaikan Desember ini dengan potensi tidak lebih dari Januari bisa selesai," tambahnya.

Selain menyelesaikan restrukturisasi utang, Krakatau Steel juga tengah mencari pendanaan dengan menjual aset-aset perusahaan non produktif. Meski demikian, Silmy enggan mengungkapkan aset perusahaan mana yang bakal dilepas.

Dirinya hanya memastikan, Krakatau Steel tak ingin buru-buru menjual aset tersebut agar nilainya tidak turun terlalu jauh.

"Jangan sampai Krakatau Steel sudah terpuruk terus makin ditekan harganya, kita harus mampu dong meningkatkan value, supaya ketika dilepas kami mendapatkan harga yang baik," kata dia

Sekadar diketahui, pada kuartal III 2019 Krakatau Steel mencatatkan kerugian mencapai USD211,912 juta atau sekitar Rp2,96 triliun (asumsi kurs Rp14.000 per USD).

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini