JAKARTA – Rencana Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo yang kembali membuka keran ekspor benih lobster mendapatkan penolakan dari sejumlah pihak.
Salah satunya Susi Pudjiastuti. Mantan Menteri KKP periode 2014-2019 ini secara tidak langsung 'memprotes' kebijakan tersebut. Pasalnya, kebijakan pelarangan ekspor benih lobster dilarang ketika Susi menjabat sebagai Menteri KKP, namun kebijakan tersebut akan dicabut oleh Edhy Prabowo.
Baca Juga: Benih Lobster Tak Boleh Lagi Ditangkap!
Tak ayal, Susi 'protes' kepada rencana Edhy tersebut. Aksi 'protes' Susi ini terlihat dari berbagai macam cuitan di akun media sosialnya mengenai benih lobster. Bahkan, Susi mengungkap tarif pembawa koper untuk menyulundupkan benih lobster. Susi mendapatkan laporan tarif ini ketika ada WhatsApp (WA) masuk ke nomor handphone pribadinya.
“WA masuk: Slmt mlm mlm Bu, semoga sehat sukses selalu. Update ongkos pemilik bagasi atau koperman penyelundupan Baby Lobster Rate: Jambi @ 85 juta rupiah per koper Jakarta @ 115 juta rupiah per koper Surabaya @ 100 juta rupiah per koper. Per koper / 30 ribu ekor baby lobster,” tulis Susi Pudjiastuti lewat akun resmi Twitter-nya @susipudjiastuti, Minggu (15/12/2019).
Baca Juga: Susi Pudjiastuti: Lobster Jangan Punah karena Ketamakan Jual Bibitnya
Susi mencontohkan harga lobster Mutiara dengan berat kira-kira 1,2 kg sampai 1,4 kg, harga per kg nya saat ini minimal Rp5 juta. Bibitnya diambil dari laut dan diekspor ke Vietnam per ekor cuma Rp139.000.
"Bener kita harus ekspor bibitnya?? Apa tidak lebih baik tunggu besar & jual dg harga lebih dr 30Xnya ???" cuit Susi.
