nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menanti Data Neraca Perdagangan November 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 16 Desember 2019 08:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 16 20 2142297 menanti-data-neraca-perdagangan-november-2019-pVMLnZASiK.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) bakal mengumumkan data neraca perdagangan Indonesia sepanjang November 2019 pada hari ini, Senin (16/12/2019). Pengumuman laju ekspor-impor tersebut akan disampaikan langsung oleh Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta.

Sebelumnya, pada rilis data neraca perdagangan Oktober 2019 mengalami surplus tipis yakni USD161,3 juta pada. Realisasi ini membaik dari posisi neraca perdagangan September 2019 yang tercatat defisit USD163,9 juta.

Baca juga: Presiden Jokowi Curhat soal Masalah Neraca Dagang Tak Pernah Beres

Nilai impor pada Oktober 2019 tercatat mencapai USD14,77 miliar. Realisasi ini mengalami penurunan tajam sebesar 16,39% dibandingkan dengan Oktober 2018 yang sebesar USD17,67 miliar. Namun bila dibandingkan dengan September 2019 terjadi peningkatan 3,57% dari USD14,26 miliar.

Kemudian nilai ekspor mencapai USD14,93 miliar. Realisasi ini mengalami penurunan 6,13% dari Oktober 2018 yang mencapai USD15,91 miliar. Tetapi dibandingkan dengan September 2019 mengalami peningkatan 5,92% dari USD14,10 miliar.

BPS

Secara rinci, pada komoditas non migas tercatat mengalami surplus USD990,5 juta. Sedangkan pada migas terjadi defisit sebesar USD829,2 juta.

Defisit migas terdiri dari nilai minyak mentah yang mengalami defisit USD237,5 juta dan hasil minyak defisit USD1 miliar. Namun pada gas tercatat surplus USD409,4 juta.

Adapun sepanjang Januari-Oktober 2019 kinerja neraca perdagangan Indonesia masih tercatat defisit sebesar USD1,79 miliar. Realisasi ini lebih baik dari periode Januari-Oktober 2018 yang defisit sebesar USD5,5 miliar.

Baca juga: Neraca Dagang Oktober Surplus, Menko Airlangga: Tapi Ekspor Nonmigas Turun

Di mana laju komoditas nonmigas sepanjang awal tahun hingga akhir Oktober 2019 tercatat surplus sebesar USD5,48 miliar. Lebih rendah dari posisi akhir Oktober 2018 yang surplus USD5,2 miliar.

Sedangkan untuk komoditas migas tercatat defisit sebesar USD7,2 miliar. Nilai itu lebih baik dari periode yang sama di tahun lalu yang mengalami defisit sebesar USD10,8 miliar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini