nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Turun 5,67%, Ekspor November 2019 Capai USD14,01 Miliar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 16 Desember 2019 11:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 16 20 2142368 turun-5-67-ekspor-november-2019-capai-usd14-01-miliar-iN6zoT4Ksx.jpeg Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada November 2019 mencapai USD14,01 miliar. Realisasi ini mengalami penurunan 5,67% dari November 2018 yang mencapai USD14,85 miliar. Begitu pula bila dibandingkan dengan laju ekspor pada Oktober 2019, tercatat mengalami penurunan 6,17%. Pada periode tersebut ekspor tercatat mencapai USD14,93 miliar.

Baca Juga: Targetkan Rp336 Triliun, Jokowi Bidik Ekspor Automotif ke Asia Timur

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, penurunan ekspor pada November 2019, di antaranya dipengaruhi berbagai kondisi global yang membuat harga komoditas bergerak fluktuatif. Di antaranya harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) yang naik 15,6% dan karet naik 7,6% dari Oktober 2019, namun harga batu bara mengalami penurunan 2,8%.

"Sehingga kinerja ekspor pada November 2019 mencapai USD14,01 miliar, mengalami penurunan secara tahunan maupun bulanan. Ini sesuai dengan pola tahunan yang cenderung turun di November," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Senin (16/12/2019).

BPS

Dia menjelaskan, bila dibandingkan dengan bulan lalu maka laju ekspor komoditas migas tercatat mengalami peningkatan 20,66%. Pada November 2019 ekspor migas tercatat sebesar USD1,11 miliar, naik dari bulan sebelumnya USD920 juta.

Namun, pada komoditas non migas juga terjadi penurunan 7,92%, menjadi USD12,90 miliar pada November 2019 dari USD14,01 miliar di Oktober 2019. Secara rinci, komoditas non migas yang mengalami penurunan nilai ekspor terendah yakni bijih, terak, dan abu logam sebesar sebesar USD239,6 juta, besi dan baja USD169 juta, bahan bakar mineral USD138,5 juta, kendaraan dan bagiannya USD122,4 juta, serta perhiasan/permata USD105,2 juta.

Baca Juga: Targetkan Ekspor 1 Juta Mobil, Jokowi: Caranya Gimana Enggak Mau Tahu!

Sedangkan komoditas yang mengalami peningkatan nilai ekspor tertinggi terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar USD131,2 juta, lalu kapal, perahu, dan struktur terapung USD40,1 juta, pakaian dan aksesorinya (bukan rajutan) USD23,8 juta, barang dari besi dan baja 21,8 juta, serta ampas/sisa industri USD20,7 juta.

Adapun sepanjang Januari-November 2019 kinerja ekspor Indonesia tercatat mencapai USD153,11 miliar. Realisasi ini lebih rendah 7,61% dari periode Januari-November 2018 yang sebesar USD165,72 miliar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini