Soal Ekspor Benih Lobster, Begini Pengakuan Edhy Prabowo

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 05:18 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 16 320 2142562 soal-ekspor-benih-lobster-begini-pengakuan-edhy-prabowo-7QeCy4SZaE.jpg Menteri KKP Edhy Prabowo. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Kebijakan membuka kembali keran ekspor benih lobster di Indonesia tengah dikaji oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo. Menurutnya, kebijakan ini akan dilakukan seiring dengan kesiapan infrastruktur kegiatan pembesaran lobster.

Sebelumnya kebijakan pelarangan ekspor benih lobster dikeluarkan oleh Mantan Menteri KKP Periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 Tahun 2016, tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia.

Edhy mengatakan, dalam mengoptimalkan pemanfaatan benih lobster maka diperlukan upaya-upaya pendukung yakni melalui kegiatan pembesaran lobster. Tidak bisa hanya bergantung pada pembesaran secara alami di alam.

Lantaran berdasarkan komunikasi dengan para ahli diketahui bahwa tingkat kelangsungan hidup (survival rate/SR) benih lobster di alam hingga dewasa hanya mencapai 1%. Hal ini diperkuat dengan hasil riset Carribean Sustainable Fisheries dan Australian Center for International Agriculture Research.

"Kita harus cari jalan keluar, kalau dibiarkan di alam pun lobster itu yang tumbuh (menjadi dewasa) menurut penelitian tidak lebih dari 1% dari benih lobster yang tumbuh di alam. Kalau begitu kenapa tidak kita buat upaya agar ada pembesaran lobster (di Indonesia)," ujar Edhy.

Baca Selengkapnya: Bakal Buka Ekspor Benih Lobster, Menteri Edhy Siapkan Infrastruktur Pembesaran

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini