nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendag Akan Revisi Aturan Bea Masuk Barang-Barang E-Commerce

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 16 Desember 2019 20:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 16 320 2142652 mendag-akan-revisi-aturan-bea-masuk-barang-barang-e-commerce-vTMiQsp2r0.jpg E-Commerce (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju impor pada November 2019 mencapai USD15,34 miliar. Realisasi ini mengalami penurunan sebesar 9,24% dibandingkan dengan November 2018 sebesar USD16,90 miliar.

Menyikapi data tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan bahwa pihaknya akan meninjau ulang aturan bea masuk. Salah satunya impor melalui e-commerce. Di mana, impor tersebut didominasi barang konsumsi.

Baca Juga: Menko Darmin Tegaskan Bebas Bea Masuk Impor Sapi Australia Ada Batasannya

"Kita kan keluarkan kebijakan baru, terutama yang e-commerce. Banyak e-commerce ini jual barang impor yang sifatnya konsumtif. Jadi kita buat revisi, baik itu tarifnya sendiri, nanti kita akan koordinasi dengan kementerian terkait," ujar dia pada acara Dialog RCEP di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Senin (16/12/2019).

E-commerce

Dia juga menjelaskan bahwa produk yang harganya di bawah USD75 dolar juga dikenakan bea masuk.

"Kita ketahui, saat ini kan USD75 dolar dikenakan tarif nanti, ke bawah tidak. karena USD75 dolar ini, mengganggu produk dalam negeri. Artinya USD75 ini kan sekitar Rp1 juta sekian, nah ini banyak produk luar banjir. Nanti kita akan revisi," ungkap dia.

Baca Juga: RI Hapus Tarif Bea Masuk Kurma dan Minyak Zaitun Palestina

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.112 tahun 2018, pemerintah mengenakan bea masuk terhadap produk dengan harga di atas USD75 dolar. Di bawah harga itu, produk impor bebas bea masuk.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini