Sambut Natal dan Tahun Baru, BI Siapkan Uang Tunai Rp105 Triliun

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 17 20 2142866 sambut-natal-dan-tahun-baru-bi-siapkan-uang-tunai-rp105-triliun-0VH6UsWvQ9.jpg Bank Indonesia. Foto: Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp105 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang masa liburan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru). Hal ini mengingat secara pola musiman selalu terjadi peningkatan kebutuhan uang tunai di akhir tahun.

Penyediaan uang kartal tersebut (uang kertas dan logam) terdiri dari pecahan Uang Pecahan Besar (UPB) sebesar Rp100,7 triliun dan Uang Pecahan Kecil (UPK) sebesar Rp4,3 triliun.

 Baca Juga: Di Depan Jokowi. Bos BI Buka-bukaan Ekonomi Indonesia pada 2020

"Khusus periode Natal dan akhir tahun 2019, BI memperkirakan kebutuhan uang tunai secara nasional mengalami peningkatan hingga mencapai Rp105 triliun atau meningkat 7,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ungkap Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Menurutnya, BI mengantisipasi kebutuhan uang tunai dan kegiatan transaksi sistem pembayaran jelang Nataru dengan mempersiapkan layanan kas, baik melalui jaringan kantor BI maupun jaringan perbankan, dan infrastruktur sistem pembayaran nontunai yang lancar dan terjaga.

rupiah

Layanan penukaran uang tunai juga disediakan melalui kas keliling dan titik penukaran di pusat kegiatan maupun di kantor cabang perbankan, yang sudah dibuka dan beroperasi hingga 31 Desember 2019. Bank Sentral pun menyediakan 1.414 titik layanan penukaran uang yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk daerah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil).

BI juga mengoptimalkan sistem pembayaran nontunai yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia melalui Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Hal ini untuk memastikan kegiatan transaksi nontunai berjalan dengan lancar dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Setelah Winter Is Coming dan Thanos, Jokowi Cerita Film Cast Away

Junanto juga menyatakan, BI telah melaksanakan pengujian terhadap seluruh infrastruktur guna memastikan terselenggaranya layanan sistem pembayaran secara aman, lancar dan efisien khususnya apabila terjadi peningkatan volume transaksi pada akhir tahun. Selain itu, juga terus berkoordinasi dengan peserta sistem pembayaran, guna memastikan optimalnya kegiatan sistem pembayaran.

Bank Sentral pun mendorong masyarakat menukarkan uangnya di lokasi penukaran resmi untuk mencegah risiko uang palsu dan untuk menjaga kualitas uang. Masyarakat juga dihimbau agar selalu memperhatikan ciri keaslian Rupiah dengan dilihat, diraba dan diterawang.

"Serta Merawat Rupiah dengan 5 Jangan yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi," tutup Junanto.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini