nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sentil Produktivitas Beras Subang, Mentan: Masa Gurunya Petani Tak Bisa?

Mulyana, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 10:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 17 320 2142833 sentil-produktivitas-beras-subang-mentan-masa-gurunya-petani-tak-bisa-Uk2tm35LoE.jpg Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto: Okezone.com)

SUBANG - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong petani di Kabupaten Subang, Jabar, untuk bisa ekspor beras. Pasalnya, sampai saat ini Subang dikenal dengan wilayah lumbung padi nasional. Akan tetapi, hasil pertanian ini, terutama beras masih belum menembus pasar ekspor.

"Bapak bupati, bapak/ibu petani, mari mulai hari ini, petani Subang bisa ekspor beras. Sebab, pasar ekspor sudah sangat terbuka lebar," ujar Syahrul, di sela-sela cara lanching varietas unggul baru (VUB) padi, di Balai Besar Penelitian Tanama Padi Sukamandi, Selasa (17/12/2019).

 Baca juga: Rapat Bahas Beras, Jokowi Minta Data yang Akurat dan Terkonsolidasi

Syahrul mengatakan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian, tidak main-main dengan wacana ekspor hasil pertanian. Bahkan, di masa kepemimpinannya ini, digulirkan program baru, yakni gerakan ekspor tiga kali.

Sampai saat ini, Indonesia masih ketergantungan akan beras impor. Mulai tahun depan, tepatnya dari Subang, ketergantungan impor beras harus bisa dibalikkan. Yakni, Subang atau Indonesia mampu menjadi negara eksportir beras di dunia.

limpo

Apalagi, Subang memiliki BB Padi. BB Padi merupakan laboratoriumnya para petani. Sehingga, sudah seyogyanya petani di wilayah ini, menjadi yang terdepan di nusantara ini. Karena, sebelum diadopsi di daerah lain, apa yang diteliti atau diuji cobakan di BB Padi ini, kali pertama diaplikasikan oleh petani di Subang ini.

Selain soal teknologi, lanjutnya, produktivitas pertanian di Subang ini perlu ditingkatkan lagi. Tidak lagi hasilnya di kisaran 7-8 ton GKP per hektarenya. Melainkan harus lebih.

"Sewaktu saya menjabat sebagai Gubernur Sulsel, petani di sana, mengadopsi ilmu pertanian dari Subang. Hasilnya, bisa menembus 10 ton GKP per hektare. Masa, di wilayah gurunya petani tidak bisa," ujar Yasin berseloroh.

Jika, di Subang ini ada permasalahan yang memengaruhi produktivitas, pihaknya berjanji akan selalu mengawalnya. Seperti, kerusakan irigasi, ketersediaan pupuk, dan benih unggul, akan selalu dipantau. Serta, dikoordinasikan dengan Komisi IV DPR RI.

Dengan begitu, kerusakan atau ketersediaan pupuk dan benih unggul ini bisa diintervensi. Selain itu, pihaknya ingin losses hasil produksi pertanian ini berkurang. Tidak lagi di angka 12%. Melainkan, maksimal harus 5%.

limpo

Supaya, pertanian Subang dan juga Purwakarta, bisa lebih maju lagi. Sehingga, wacana ekspor beras bisa terealisasi.

Sementara itu, Bupati Subang, Ruhimat, mengatakan, pihaknya ingin mempertahankan status Subang sebagai wilayah lumbung padi nasional. Karena itu, pihaknya meminta supaya pemerintah pusat bisa memerhatikan wilayah ini.

"Kami ingin, Subang tetap menjadi lumbung padi. Terima kasih Pak Menteri, sudah bersedia datang ke wilayah ini," ujarnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini