Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menhub Tambah Pasukan Berantas Penyelundupan Barang Ilegal

Maylisda Frisca Elenor Solagracia , Jurnalis-Rabu, 18 Desember 2019 |15:52 WIB
Menhub Tambah Pasukan Berantas Penyelundupan Barang Ilegal
Bea Cukai Ungkap Modus Penyelundupan Mobil Mewah. (Foto: Okezone.com/BKIP Kemenhub))
A
A
A

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendukung tindakan koleganya, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam mencegah penyelundupan barang mewah secara ilegal.

Baca Juga: Bea Cukai Beri Peringatan Keras Para Penyelundup Barang Mewah

"Kami siap mendukung @smindrawati Kementerian Keuangan, untuk mencegah masuknya barang mewah seperti mobil dan motor ke Indonesia secara ilegal," tulis Menteri Budi yang dilansir dari akun instagramnya, Rabu (18/12/2019).

Penyelundupan Barang Ilegal

(Foto: BKIP Kemenhub)

Seperti yang kita tahu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama TNI-Polri, dan Kejaksaan berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan mobil dan motor mewah ke Indonesia.

Baca Juga: Daftar Kendaraan Mewah Hasil Penyelundupan, Ada Porsche hingga Ferarri

Dari tahun 2016 hingga 2019, DJBC berhasil membongkar tujuh kasus penyelundupan mobil dan motor mewah melalui pelabuhan Tanjung Priok. Mereka menemukan sebanyak 19 unit mobil mewah dan 35 unit motor mewah diselundupkan secara ilegal di sana

Menteri Budi mengatakan, pihaknya akan menanggapi serius masalah ini. Dia akan menambahkan aparat untuk mencegah terjadinya penyelundupan ilegal.

"Terkait penyelundupan barang mewah ini, kita tidak main-main, kami menambah personil di lapangan untuk mendukung upaya pencegahan dan penindakan bersama Polri dan aparat penegak hukum lain," ujarnya.

Budi berharap, masyarakat khususnya pengusaha otomotif agar tidak melakukan penyelundupan ilegal ini. Menurutnya, penyelundupan dapat merugikan negara.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement