Perbaikan ekspor, antara lain dipengaruhi naiknya ekspor pulp, waste paper dan serat tekstil ke Tiongkok, masih kuatnya ekspor besi baja ke Tiongkok dan Asean, serta berlanjutnya ekspor kendaraan bermotor ke ASEAN dan Arab Saudi.

Selanjutnya, Perry mengungkapkan, investasi mulai tercatat meningkat di beberapa daerah seperti di Sulawesi terkait hilirisasi nikel, dan diperkirakan akan terus meningkat dengan sejumlah kebijakan transformasi ekonomi yang ditempuh Pemerintah dan mulai meningkatnya keyakinan dunia usaha. “Investasi bangunan juga terus membaik didorong peningkatan kegiatan konstruksi,” imbuhnya.
Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2019 diprakirakan membaik sehingga secara keseluruhan tahun 2019 dapat mencapai sekitar 5,1% dan meningkat dalam kisaran 5,1-5,5% pada tahun 2020.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)