10 Cara Manajemen Keuangan Ala Miliarder agar Makin Kaya Raya

Irene, Jurnalis · Jum'at 20 Desember 2019 06:08 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 19 320 2143905 10-cara-manajemen-keuangan-ala-miliarder-agar-makin-kaya-raya-72k3rIMavv.jpg Tips Mengelola Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ada banyak cara dapat kamu lakukan untuk menjadi seorang miliarder. Namun, ada beberapa cara menawarkan peluang keberhasilan yang jauh lebih baik daripada yang lain walaupun dibutuhkan waktu, upaya dan sumber daya lainnya.

Oleh karenanya, bagi kamu yang ingin menjadi miliarder sempatkan waktu membaca tips pengelolaan uang di bawah ini.

Okezone telah merangkum 10 cara pengelolaan uang seperti miliarder seperti dilansir moneyinc, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele, Kenali Dulu Serba-serbi Mengelola Keuangan

1. Maksimalkan Skor Kredit

Skor kredit bukan didasarkan pada kekayaan yang kamu miliki. Hal ini didasarkan pada kelayakan kredit yang didapat disimpulkan sebagai 'apakah kamu dapat diandalkan untuk memenuhi kewajiban utang yang kamu miliki?'

Dengan ini, seseorang bisa menaikkan skor kreditnya walaupun mereka tidak berpenghasilan besar. Hal terpenting adalah bagaimana kamu menjaga saldo tetap rendah dan dapat melakukan pembayaran dengan tepat waktu.

Kamu harus memulai proses ini dengan mendapat salinan laporan skor kredit sehingga mendapat pemahaman lebih baik tentang situasinya sebelum melangkah lebih jauh.

Baca Juga: Viral Biaya TK Mahal, Begini Strategi Persiapkan Keuangannya

2. Pahami Pendapatan dan Pengeluaran

Bagi kebanyakan orang, sangat mudah untuk mengetahui pendapatan mereka dalam periode waktu tertentu. Namun berbanding terbalik dalam pengeluaran.

Kamu tidak akan dapat mengetahui keuntungan finansial yang dimiliki tanpa mengerti pengeluaran yang kamu lakukan. Untungnya ada solusi yang sederhana dan langsung untuk kamu yang kesulitan mengenai hal ini. Lacak pembelian kamu dari bulan ke bulan.

Laporan Keuangan

3. Anggaran

Memahami pendapatan dan pengeluaran sangat diperlukan bagi orang yang ingin membuat sebuah anggaran. Begitu kamu memiliki anggaran, biasanya akan dapat mencegah diri kamu untuk tidak belanja lebih dari yang seharusnya.

Cara ini memungkinkan kamu untuk menjalankan disiplin anggaran. Idealnya, setiap orang harus punya rencana untuk setiap rupiah yang mereka dapat.

4. Prioritas

Beberapa pengeluaran lebih penting daripada yang lain, yang artinya harus ada yang diprioritaskan. Misalnya, jika seseorang berusaha membayar utang yang dimiliki, dia harus memprioritaskan saldo terutang ditambah tingkat bunga yang lebih tinggi daripada saldo terutang dengan tingkat bunga yang lebih rendah.

Namun jika kamu masih baru dalam hal perutangan, kamu harus pertimbangkan dengan mulai dari saldo utang terkecil. Ini juga dapat dijadikan sebagai senjata agar yakin dapat melunasi utang.

5. Menabung

Lebih banyak tabungan berarti lebih banyak pendapatan yang akan didapatkan. Kamu yang ingin menjadi jutawan wajib menyisihkan sebagian pendapatan setiap bulannya untuk tabungan.

Selain itu, harus melakukan ini di awal periode dan bukan di akhir, agar kamu tidak akan tergoda untuk menghabiskannya segera.

6. Memahami Kekuatan Bunga Majemuk

Pada dasarnya, kekuatan bunga majemuk berarti waktu bisa memiliki efek transformatif besar pada tabungan seseorang. Hal ini juga berarti memulai lebih awal adalah sangat penting bagi mereka pensiun yang mampu.

Untuk kamu yang tidak yakin, kamu dapat menjalankan perhitungan sendiri. Bahkan jika kamu hanya mendapatkan 2% dari tabungan yang anda miliki, kamu dapat mengharapkan USD100 untuk berubah menjadi USD148,59 selama 20 tahun.

 

7. Pertimbangkan Investasi di Pasar Saham

Alamiahnya, orang-orang biasanya akan tertarik menabung apabila tingkat pengembaliannya baik dan tanpa risiko yang tinggi dalam prosesnya.

Dengan demikian walaupun obligasi adalah cara yang bagus untuk meminimalkan risiko, sangat umum bagi orang untuk menaruh sebagian tabungan mereka di pasar saham karena pasar saham menawarkan pengembalian yang lebih baik.

Umumnya orang menggunakan 20% obligasi dan 80% rasio saham saat mereka muda, kemudian membalikkan rasio itu saat mereka tua.

8. Jangan Melibatkan Emosi dalam Berinvestasi

Kamu harus belajar tentang investasi secara menyeluruh sebelum mengetahui apa yang kamu inginkan dari investasi itu dan setelahnya barulah membuat strategi investasi. Caranya adalah minta bantuan spesialis investasi.

Sangat umum memang bagi para investor menjadi sangat bersemangat karena satu dan lain hal. Hal tersebut masuk akal karena mereka mempertaruhkan uangnya sendiri.

Dengan memiliki rencana, kamu dapat membatasi diri sampai titik tertentu, sehingga kamu akan sulit untuk dipengaruhi hal apapun yang terjadi.

9. Kurangi Biaya Pengeluaran

 

Dengan pemotongan biaya atau pengeluaran, kamu akan memiliki lebih banyak tabungan. Di sini anggaran akan juga berguna karena kamu dapat mengetahui bagaimana anda membelanjakan uang. Ini adalah tahap pertama untuk mengurangi biaya-biaya tersebut.

Dalam beberapa kasus, melakukan ini dapat menghilangkan biaya yang sebenarnya tidak diperlukan sama sekali, atau mencari opsi yang lebih baik. Mungkin atau tidak mungkinnya tergantung pada seberapa banyak upaya yang dilakukan.

10. Terus Belajar dan Evaluasi

Individu harus tertarik untuk terus belajar tentang manajemen keuangan serta masalah keuangan lainnya. Keuangan adalah bidang yang terus berubah secara konstan, yang berarti setiap individu harus terus mengikuti perubahan tersebut.

Tentu saja pengetahuan ini bukan hanya sekadar pengetahuan. Individu harus terus menggunakannya untuk mengevaluasi kembali masalah keuangan mereka secara konstan dan mencari titik-titik baru untuk peningkatan potensial.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini