Share

Sri Mulyani: Persoalan Jiwasraya Sangat Besar dan Serius

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 21 Desember 2019 18:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 21 320 2144697 sri-mulyani-persoalan-jiwasraya-sangat-besar-dan-serius-hS03XlR8N2.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)

 JAKARTA - Kesalahan Jiwasraya yang menunggak pembayaran klaim polis kepada nasabahnya berujung dengan penyelesaian kasus yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Kejaksaan Agung.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pihaknya saat ini masih berkomunikasi dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam menangani kasus Jiwasraya.

Baca Juga: Kejagung Periksa 89 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Jiwasraya

"(Jiwasraya), persoalannya memang sangat besar dan sangat serius. Jadi kita juga akan melihat dari semua segi. Kalau dari sisi keuangannya sendiri, neracanya, kewajiban-kewajiban yang sudah jatuh tempo, dan bagaimana kita akan mengatasinya itu. Saat ini sedang diformulasikan oleh Kementerian BUMN untuk dikoordinasikan dengan kami," ujar dia di Gedung BPPT Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Kemudian, lanjut dia, akan ditelusuri juga pelanggaran dari sisi penegakan hukum apakah itu dari sisi tata kelola perusahaan atau itu dari sisi Keputusan atau kepengurusan dan juga sifatnya perdata atau pidana.

 sri mulyani

"Kami serahkan semuanya kepada bapak Jaksa Agung dan tim-nya yang sekarang sedang melakukan penelitian," ungkap dia.

Maka itu, tutur dia, dirinya berharap semua pihak bisa menuntaskan langkah-langkah ini untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi yang kebetulan dimiliki oleh pemerintah.

"Tapi kami juga dari sisi DPR Komisi 6 maupun komisi 11 sudah memanggil pak Erick Thohir dan saya mendorong agar pemerintah melakukan penanganan," kata dia.

Baca Juga: Kejagung Taksir Kerugian Negara Rp13,7 Triliun akibat Korupsi Jiwasraya

Dia menambahkan, secara politik sudah diminta oleh DPR untuk melakukan penanganan. Dirinya bakal melakukan formulasi langkah-langkah bersama Menteri BUMN sebagai kuasa pemegang untuk pengurusan BUMN.

"Nanti pasti banyak elemen yang berhubungan dengan keuangan negara sehingga nanti kita juga akan terlibat," pungkas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini