Jokowi Targetkan Pembangunan Kilang TPPI Rampung Dalam 3 Tahun

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Minggu 22 Desember 2019 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 22 320 2144894 jokowi-targetkan-pembangunan-kilang-tppi-rampung-dalam-3-tahun-jHl9YJ2PMD.jpg Jokowi (Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan pembangunan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang terletak di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dalam waktu tidak lebih dari tiga tahun.

Hal tersebut disampaikannya kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Dirut Pertamina Nicke Widyawati, dan Komisaris Utama (Komut) Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) setelah melakukan peninjauan pembangunan kilang PT TPPI, kemarin.

 Baca juga: Jokowi Titip soal Kawasan TPPI, Ahok: Bantu Kami Jaga Uang Negara

“Mintanya tadi empat tahun, tiga tahun harus rampung semuanya, entah itu dengan kerja sama, entah itu dengan kekuatan sendiri, saya kira ada pilihan-pilihan yang bisa diputuskan segera,” kata Jokowi melansir setkab, Minggu (22/12/2019).

 Kilang

Terkait kepemilikan saham, ia menjelaskan, 98% saham perusahaan itu milik negara, sisanya 2% milik pemilik lama. Namun Presiden meminta nanti di bulan Januari sudah ada kejelasan mengenai hal ini, karena ia sudah menunggu lima tahun.

 Baca juga: TPPI Didorong Right Issue, Jual Sahamnya ke Pertamina

Jokowi menjelaskan, kilang minyak TPPI itu merupakan salah satu kilang terbesar di Indonesia, yang dapat menghasilkan produk aromatik, baik paraxylene, orthoxylene, benzene, toluene, heavy aromatic, dan juga penghasil BBM premium, pertamax, elpiji, solar, kerosene.

“Ini bisa untuk semuanya,” ujarnya.

Produksi kilang minyak TPPI itu bisa menghemat devisa itu 4,9 miliar dollar AS atau kurang lebih Rp56 triliun.

 Baca juga: TPPI dan RFCC Perkuat Industri Petrokimia

Menurutnya, produksi pabrik pengilangan minyak PT TPPI itu merupakan substitusi karena setiap tahun Indonesia impor, padahal Indonesia bisa membuatnya sendiri tetapi tidak dilakukan.

“Ini yang sering saya sampaikan bolak-balik di dalam rapat-rapat terbatas, rapat paripurna, rapat dengan kepala daerah, ya ini. Substitusi produk-produk impor ya ini, salah satunya adalah petrokimia,” tegasnya.

Karena itu, Presiden Jokowi berharap kilang minyak itu betul-betul berproduksi maksimal, sehingga yang namanya current acount deficit, neraca akan menjadi jauh lebih baik.

“Ini salah satu kuncinya ada di sini,” ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini