Share

Percepat Penerapan B30, Erick Thohir: Impor Berkurang

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 23 Desember 2019 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 23 320 2145166 percepat-penerapan-b30-erick-thohir-impor-berkurang-QcwMQo7vli.jpg Penerapan Program Biodiesel 30%. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pertamina resmi meluncurkan program biodiesel 30% (B30) pada hari ini. Diharapkan impor minyak dan gas bumi (Migas) ke depan bisa berkurang.

"B30 juga bisa berjalan, hari ini resmi diluncurkan. Kita juga bisa percepat penggunaan B30 sehingga ketergantungan kita terhadap impor berkurang, negara punya kompetitif dan lebih efisien. Ini juga bagian dari agenda besar yang sudah dicanangkan Presiden," ujar Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Senin (23/12/2019).

Baca Juga: Bahan Bakar B30 Lagi Hits, Apa Itu?

Hal ini merupakan bukti nyata pemerintah dalam mengurangi impor sektor migas, sehingga mengurangi Current Account Defisit (CAD) sesuai dengan arahan Presiden. B30 dapat mengurangi impor migas dengan memaksimalkan penggunaan Fati Acid Methyl Ester (FAME) yang dicampur ke dalam solar.

Biodiesel

Dalam penyaluran B30 ini, Pertamina telah bekerja sama dengan 18 Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN). Selain itu, Pertamina telah menyiapkan 28 titik penerimaan FAME untuk B30.

Baca Juga: Lanjutkan Program B30 hingga B100, Menjaga Bumi Jadi Alasan Jokowi

Tempat yang akan menerima FAME untuk B30 ini antara lain Medan, Dumai, Siak, Teluk Kabung, Plaju, Panjang, Tanjung Gerem, Bandung Group, Tanjung Uban, dan Jakarta Group. Selain itu, FAME juga diterima di Cikampek, Balongan, Tasikmalaya Group, Cilacap Group, Semarang Group, Tanjung Wangi, Surabaya, Tuban, Boyolali, Rewulu, Bitung, Balikpapan Group, Kasim, Kotabaru Group, Makassar, Manggis, Kupang, dan STS Pontianak.

B30 atau biodiesel 30% adalah bahan bakar yang terbuat dari campuran antara solar dengan FAME. FAME dihasilkan dari kelapa sawit. Dikatakan bahwa B30 ini adalah bahan bakar yang ramah lingkungan.

Terdapat tiga alasan mengapa penerapan B30 harus dilanjutkan. Pertama yaitu untuk mencari sumber-sumber energi baru terbarukan (EBT) dan harus mulai melepas ketergantungan pada energi fosil. Lalu menyelamatkan produksi sawit dalam negeri. Dan menekan defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan yang selalu menjadi permasalahan dari tahun ke tahun.

B30 atau biodiesel 30% adalah bahan bakar yang terbuat dari campuran antara solar dengan FAME. FAME dihasilkan dari kelapa sawit. Dikatakan bahwa B30 ini adalah bahan bakar yang ramah lingkungan.

Terdapat tiga alasan mengapa penerapan B30 harus dilanjutkan. Pertama yaitu untuk mencari sumber-sumber energi baru terbarukan (EBT) dan harus mulai melepas ketergantungan pada energi fosil. Lalu menyelamatkan produksi sawit dalam negeri. Dan menekan defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan yang selalu menjadi permasalahan dari tahun ke tahun.                                                    

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini