Selamatkan Jiwasraya, Erick Thohir Minta Izin Bentuk Holding BUMN Asuransi

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 23 Desember 2019 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 23 320 2145182 selamatkan-jiwasraya-erick-thohir-minta-izin-bentuk-holding-bumn-asuransi-Se6TxVfLTD.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memikirkan cara untuk menyelamatkan Jiwasraya. Salah satu caranya dengan membentuk holding BUMN Asuransi.

Dirinya akan meminta izin Presiden Joko Widodo untuk membentuk holding BUMN Asuransi. Jika disetujui, pembentukan holding akan diproses dalam waktu satu atau dua bulan ini.

Baca Juga: 17 Fakta soal Kasus Jiwasraya, Dinilai Sembrono hingga Gagal Bayar Polis

"Satu Insya Allah hari ini akan ada persetujuan dari Presiden (Joko Widodo) untuk pembentukan holding Asuransi," ujarnya saat ditemui di SPBU MT Haryono, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Jiwasraya

(Foto: Nasabah Jiwasraya)

Menurut Erick, holding asuransi dibentuk dengan menghimpun dana nasabah. Di mana berdasarkan perkiraan, dana nasabah yang bisa terkumpul adalah hingga Rp2 Triliun.

Baca Juga: Sri Mulyani: Persoalan Jiwasraya Sangat Besar dan Serius

"Supaya ada kepastiaan pendanaan nasabah yang hari ini ke mana uangnya. Hari ini ada yang Rp1,5 triliun sampai Rp2 triliun per tahun. Makanya saya bilang kemarin restrukturisasi," ucapnya.

Menurut Erick, dengan adanya holding ini juga Jiwasraya memiliki pemasukan tambahan. Nasabah pun bisa tenang karena uang yang semula hilang entah ke mana bisa dikembalikan.

“Supaya prosesnya cash flow-nya ada, supaya kita yakinkan bahwa uang itu kita carikan jalan. Pemerintah akan hadir untuk rakyat, bertanggung jawab untuk memberikan solusi,” katanya.

Selain membentuk holding BUMN asuransi, untuk menjamin kepastian pengembalian dana nasabah pihaknya juga punya dua strategi lain. Namun Erick masih belum mau menjelaskan dua langkah lanjutan yang dimaksudnya tersebut.

“Ya tentu saya bisa belum bisa bicara lancar ke dua dan tiga secara korporasi. Takutnya nanti salah persepsi. Intinya pemerintah pasti akan memberikan solusi supaya ada kepastian,” ucap Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini