OJK Waspadai Gejolak Ekonomi Global di Tahun Depan

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 25 Desember 2019 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 25 20 2145945 ojk-waspadai-gejolak-ekonomi-global-di-tahun-depan-sWTXixgYrV.jpg OJK. Foto: Okezone

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih mewaspadai kondisi perekonomian global pada tahun depan. Apalagi di sepanjang tahun ini, kondisi perekonomian global terus bergejolak yang berimbas pada ekonomi di beberapa negara.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, dalam rangka menghadapi ketidakpastian ini pemerintah harus pintar mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang baru. Dibutuhkan kreativitas untuk mencari sumber-sumber baru ekonomi negara ini.

Baca Juga: BI: Ekonomi Global Cuma Tumbuh 3% di 2020 kalau Perang Dagang Berlanjut

"Kita enggak boleh lengah. Kita harus cari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang harus kita ciptakan,” ujarnya saat ditemui di Komplek Widya Chandra, Jakarta, Kamis (25/12/2019).

Di sisi lain, lanjut Wimboh, dirinya juga meminta kepada para pelaku pasar untuk meningkatkan ekspor untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 mendatang. Pemerintah juga perlu untuk mencari pasar baru dan bisa melihat peluang komoditas yang dibutuhkan negara negara lain dunia.

“Kita olah bersama sama, yang bisa memperluas kesempatan kerja dan memperbesar ekspor. Dan juga kita harus lebih efisien,” kata Wimboh.

OJK

Wimboh menyebut, peran pihaknya sebagai regulator dapat berperan serta melalui berbagai kebijakan dalam mempercepat proses perizinan. Sehingga, sektor keuangan dapat proaktif dalam mendongkrak pertumbuhan.

“Prosesnya cepat perizinan kita sinergi seluruh sektor dan untuk sektor keuangan harus lebih proaktif untuk mendorong pertumbuhan,” ucapnya.

Selain itu, dirinya juga akan mendorong para perbankan agar bisa memiliki kinerja yang lebih baik lagi. Sehingga bisa menutupi kinerja yang kurang baik dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: Ketidakpastian Ekonomi Global, Sri Mulyani: Berharap Lalu Kecewa

Wimboh mengaku, sepanjang tahun ini industri lembaga keuangan tidak begitu menggembirakan. Namun yang perlu disyukuri, di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi dunia, Indonesia masih mencatat pertumbuhan yang positif.

“Ya enggak apa-apa ini kan juga imbas ekonomi dunia mau enggak mau akan berimbas kepada kita. Seluruh dunia. Kita masih mending pertumbuhan kita di atas 5%. Negara lain lebih parah,” kata Wimboh.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini