Target Wisman Meleset, Menparekraf Minta Harga Tiket Pesawat Diturunkan

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 25 Desember 2019 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 25 320 2145967 target-wisman-meleset-menparekraf-minta-harga-tiket-pesawat-diturunkan-dQHebWFlMH.jpg Menparekraf Wishnutama (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah putar otak untuk mendongkrak jumlah wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia pada tahun depan. Apalagi pada tahun ini, target kunjungan wisatawan asing ke Indonesia diprediksi hanya mencapai 16,3 juta wisman atau meleset dari target 18 juta penumpang.

Beberapa waktu lalu, PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi pergerakan penumpang di 16 bandaranya mencapai 90,5 juta penumpang sepanjang akhir tahun nanti. Angka ini mengalami penurunan 18,5% dari tahun sebelumnya yang mencapai 112,6 juta penumpang.

 Baca juga: Penumpang AP II Turun Drastis, Menparekraf Prediksi Wisman Hanya Capai 16,3 Juta di 2019

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengatakan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya sedang meminta tiket pesawat bisa ditekan lebih murah lagi. Oleh karena itu, dirinya akan berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

 Wishnutama

"Saya (Wishnutama), Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi), Menteri BUMN (Erick Thohir) akan mereview semuanya possibility Kita menekan harga tiket pesawat," ujarnya saat ditemui di Komplek Widya Chandra, Jakarta, Rabu (25/12/2019).

 Baca juga: Tiket Mahal hingga Kondisi Global Jadi Biang Kerok Penumpang di 16 Bandara Turun

Menurut Wishnutama, salah satu penyebab dari turunnya okupansi penumpang di Bandara adalah masalah harga tiket pesawat yang masih tinggi. Karena masih tinggi, sehingga masyarakat pun banyak yang mengurungkan niatnya untuk berpergian ke Indonesia.

Sementara wisatawan asal Indonesia juga lebih memilih untuk berpergian ke luar negeri. Sebab, tiket pesawat menuju luar negeri masih relatif lebih murah dibandingkan di dalam negeri.

 Baca juga: Penumpang di 16 Bandara Milik Angkasa Pura II Turun 18,5% Sepanjang 2019

"Salah satu faktor utamanya kan harga tiket, itu juga ada laporannya untuk AP 2 untuk soal masalah turunnya jumlah okupansi. Dan ini bukan kerja yang sederhana," jelasnya.

Menurut Wishnutama, untuk menurunkan harga tiket pesawat memang tidaklah mudah. Sebab, ada banyak komponen dalam menetapkan tiket pesawat dari mulai harga avtur hingga pajak dan sebagainya.

"Karena kan kompleks ya macam-macam ada pengaruh harga avtur leasing dan sebagainya. Jadi kita harus lihat secara komprehensif, bagaimana cara menekan harga tiket agar kompetitif," jelasnya.

(rzy)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini